Buka Cabang di Semarang dan Surabaya, HKMU Kebut Penjualan Logam

Emiten manufaktur logam, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) mengatur strategi agar dapat mengejar pertumbuhan penjualan bersih pada kuartal III/2019 sehingga dapat mencapai target sepanjang tahun ini sekitar Rp1,67 triliun—Rp1,69 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  18:46 WIB
Buka Cabang di Semarang dan Surabaya, HKMU Kebut Penjualan Logam
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna (kanan) menyerahkan sertifikat kepada Direktur Utama PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) Ngasidjo Achmad di sela-sela pencatatan saham perdana HKMU di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten manufaktur logam, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) mengatur strategi agar dapat mengejar pertumbuhan penjualan bersih pada kuartal III/2019 sehingga dapat mencapai target sepanjang tahun ini sekitar Rp1,67 triliun—Rp1,69 triliun.  

Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Imelda Feryani memproyeksikan, penjualan bersih perseroan hanya mencapai sekitar Rp530 miliar—Rp550 miliar hingga kuartal II/2019. Proyeksi ini setara dengan 33% dari target yang dipasang tahun ini.  

Pada kuartal I/2019, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp356,60 miliar atau tumbuh 54,79% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang dicapai sebesar Rp34,84 miliar atau tumbuh 72,22% secara tahunan.  

Dia mengatakan, target konservatif pada kuartal II/2019 karena adanya penyelenggaraan Pemilu pada April kemarin dan momentum Ramadan dan Lebaran yang menjadi tantangan bagi penjualan.  

"Karena ada puasa dan Pemilu kemarin, [penjualan] akan di kisaran Rp530 miliar—Rp550 miliar," katanya pada Kamis (9/5/2019).  

Lebih lanjut, dia menjelaskan penjualan dan laba bersih perseroan yang meningkat pesat didukung oleh penambahan kantor cabang di Semarang dan Surabaya. Melalui penambahan cabang di kedua kota itu, perseroan dapat mengoptimalkan permintaan yang selama ini masuk dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.  

Di samping itu, permintaan barang di industri aluminium masih tinggi sehingga peningkatan produksi yang terjadi pada kuartal I langsung berdampak pada penjualan.  

"Dari segi operasional, penambahan 3 mesin aluminium ekstrusi dari dana IPO sudah beroperasi sejak Februari dan April tahun ini," imbuhnya.  

Lebih lanjut, guna menggenjot penjualan, perseroan membidik pasar ekspor baru yakni Kanada dan Australia. Di samping itu, perseroan akan menjadi pemasok langsung untuk kebutuhan proyek rumah tapak, gedung, bangunan industri.  "Harapannya ini cepat berdampak pada kinerja pada kuartal III tahun ini," imbuhnya.  

Pada perdagangan Kamis (9/5/2019), saham HKMU mendarat di level Rp348, menguat 1,16% atau naik 4 poin. Dalam 6 bulan terakhir, saham HKMU telah menguat 4,19%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logam

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top