Holding BUMN Jasa Keuangan Masih Kajian Akhir

Proses pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan masih dalam tahap kajian akhir.
M. Nurhadi Pratomo | 09 Mei 2019 06:01 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA— Proses pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan masih dalam tahap kajian akhir.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan pihaknya belum akan meluncurkan kelompok usaha itu pekan depan.

“Belum, masih diproses kajian akhir," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (8/5/2019).

Sebelumnya, Gatot menjelaskan bahwa telah melakukan revisi terhadap konsep holding jasa keuangan. Hal itu sejalan dengan masukan yang diterima dari Komite Stailitas Sistem Keuangan (KSSK), Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

Beberapa poin yang menjadi masukan, sambungnya, terkait dengan quick win. Dengan demikian, pembentukan kelompok usaha itu ditargetkan rampung pada semester I/2019.

“Target semester I/2019 [pembentukan holding jasa keuangan selesai],” ujarnya.

Sebagai gambaran, holding jasa keuangan akan beranggotakan himpunan bank milik negara (Himbara), PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), hingga PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). PT Danareksa (Persero) direncanakan menjadi induk holding. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
holding bumn, jasa keuangan

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup