Bursa Cryptocurrency Terbesar Diretas, Kehilangan 7 Ribu Bitcoin Setara US$40 Juta

Salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia, Binance, diretas sehingga kehilangan 7.000 bitcoin atau sekitar US$40 juta melalui transaksi tunggal yang membobol sistem jaringan keamanan terbesar mereka.
Finna U. Ulfah | 08 Mei 2019 16:25 WIB
Cryptocurrency - Reuters/Christinne Muschi

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia, Binance, diretas sehingga kehilangan 7.000 bitcoin atau sekitar US$40 juta melalui transaksi tunggal yang membobol sistem jaringan keamanan terbesar mereka.

CEO Binance Zhao Changpeng mengatakan melalui keterangan resminya, bahwa peretas tersebut menggunakan beragam teknik termasuk phishing dan virus untuk mendapatkan sejumlah data pengguna.

Pihaknya mengatakan, kemungkinan terdapat akun tambahan yang telah terpengaruh oleh peretas tersebut tetapi belum dapat diidentifikasi.

"Perusahaan akan menggunakan dana aset aman untuk pengguna dan dana asuransi darurat untuk menutup insiden secara penuh sehingga tidak ada dana pengguna yang akan terpengaruh," ujar Zhao Changpeng dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (8/5/2019).

Transaksi tersebut terbatas pada wallet Bitcoin (BTC) Binance, termasuk di dalamnya berisi sekitar 2% BTC milik perusahaan. Sementara itu, wallet koin lain dikatakan masih aman dan tidak terdampak oleh peretas.

Adapun, 7.000 bitcoin tersebut bernilai sekitar US$40 juta, berdasarkan pada harga komposit Bitcoin saat ini yang dihitung oleh Bloomberg.

Sementara itu, pada perdagangan Rabu (8/5/2019), harga bitcoin di bursa CBOE bergerak melemah 37,50 poin menjadi US$5.795 per bitcoin. Indeks Bloomberg Galaxy Crypto juga melemah 0,70% di level 334,74. "Kami harus melakukan tinjauan keamanan menyeluruh. Tinjauan keamanan akan mencakup semua bagian dari sistem dan data kami," ujar Zhao Changpeng.

Dia memperkirakan tinjauan tersebut akan memakan waktu kurang lebih seminggu, di mana semua deposito dan penarikan akan tetap ditangguhkan dan perdagangan akan terus diaktifkan untuk memungkinkan investor menyesuaikan posisi mereka. 

Para peretas menyusun transaksi untuk melewati pemeriksaan keamanan yang ada, dan Binance tidak dapat memblokir penarikan sebelum dieksekusi.

Setelah transaksi dieksekusi, hal tersebut memicu alarm pada sistem Binance dan semua penarikan dihentikan seketika. "Itu bukan hari yang terbaik, tapi kami akan tetap transparan," papar Zhao.
 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, cryptocurrency

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup