Produsen Sari Roti (ROTI) Bakal Bangun 4-6 Pabrik Baru

Pemilik merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berencana membangunan 4-6 pabrik baru di Indonesia menggunakan dana hasil penawaran umum. 
Azizah Nur Alfi | 08 Mei 2019 15:58 WIB
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk - sariroti.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berencana membangunan 4-6 pabrik baru di Indonesia menggunakan dana hasil penawaran umum. 

Hal itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 2019 yang digelar pada Rabu (8/5/2019). 

Dalam keterangan resmi pada Rabu (8/5/2019), manajemen menyampaikan rapat umum pemegang saham luar biasa menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum menjadi untuk pengembangan fasilitas produksi, berupa pembangunan sekitar 4-6 pabrik baru di seluruh wilayah Indonesia, serta penambahan lini produksi di pabrik-pabrik yang ada sekarang. 

Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2018, perseroan memiliki sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,04 triliun atau 79% dari hasil bersih penawaran umum sebesar Rp1,31 triliun. 

Sebelumnya, perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp271,88 miliar untuk penambahan pabrik baru, lini produksi, perawatan pemeliharaan dan fasilitas produksi. 

Presiden Direktur & CEO Wendy Yap mengatakan, pada penghujung 2018, perseroan telah mengoperasikan total 12 pabrik yang terdiri dari 7 pabrik di Pulau Jawa, 2 pabrik di Pulau Sumatra, 1 pabrik di Sulawesi, 1 pabrik di Batam, dan 1 pabrik berlokasi di Filipina. Pabrik di Batam dan Filipina beroperasi pada 2018. 

Lebih lanjut, pabrik-pabrik di Gresik dan Balikpapan sudah pada tahap penyelesaian pembangunan yang diharapkan dapat mulai produksi komersial pada kuartal II/2019. Adapun, pabrik Lampung, Kendal, serta Palembang Extension saat ini sedang dalam konstruksi. 

"Seluruh pabrik kami berlokasi strategi agar secara luas dapat memperkuat jejaring distribusi kami yang mencapai lebih dari 76.000 titik penjualan di seluruh Indonesia," katanya dikutip dari laporan tahunan 2018. 

Dia menambahkan, pabrik-pabrik ini juga memungkinkan perseroan untuk melayani konsumen dengan lebih baik dengan memproduksi varian roti dan kue yang populer pada setiap wilayah, diseleksi dari 100 varian produk yang dimiliki. 

Lebih lanjut, perseroan akan melanjutkan peluncuran secara penuh produk baru BOTI di Pulau Jawa dan Sumatera. Sebelumnya, produk dengan harga Rp2.000 per produk dan menyasar konsumen segmen D, diluncurkan pada Oktober 2018. "Strategi kami hanya mendistribusikan BOTI melalui kanal tradisional yang spesifik," imbuhnya. 

Pada kuartal I/2019, perseroan mencetak penjualan bersih sebesar Rp791,73 miliar atau naik 20,13% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,85 miliar atau naik 123,23% secara tahunan. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, nippon indosari corpindo, sari roti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup