Rekomendasi Saham : Semen Indonesia (SMGR) Berpeluang Menuju Rp15.800?

Laba PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan 34,9% sepanjang kuartal I/2019 seiring dengan meningkatnya biaya bunga dan pajak perseroan. Di tengah kondisi tersebut, masihkah layak saham berkode SMGR itu untuk dikoleksi?
Muhammad Ridwan | 08 Mei 2019 07:00 WIB
Pekerja membongkar tumpukan karung Semen Gresik, di sebuah gudang distributor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (12/12/2018). - Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA — Laba PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan 34,9% sepanjang kuartal I/2019 seiring dengan meningkatnya biaya bunga dan pajak perseroan. Di tengah kondisi tersebut, masihkah layak saham berkode SMGR itu untuk dikoleksi?

Analis PT Bahana Sekuritas Adrianus Bias Prasuryo dalam risetnya menyebutkan bahwa laba SMGR pada kuartal I/2019 terlihat lemah di tengah biaya bunga dan pajak yang lebih tinggi dari perkiraan, meskipun margin operasional tetap stabil.

Sementara itu, pendapatan sedikit di bawah ekspektasi di tengah pertumbuhan industri yang lebih lambat. Dia menjelaskan bahwa pendapatan pada kuartal I/2019 biasanya lebih rendah karena permintaan yang lebih sedikit pada periode tersebut.

Dia memperkirakan bahwa struktur biaya SMGR dapat meningkat ke depan dengan adanya sinergi yang berkelanjutan dengan SMCB. Grup tidak akan lagi membayar biaya merek dagang untuk menggunakan merek Holcim pada 2020 dan akan mulai memperkenalkan merek pengganti pada kuartal III/2019.

Andrianus mengatakan bahwa Bahana Sekuritas mengurangi proyeksi pendapatan pendapatan pada 2019 sebesar 3,2%,

“Kami menurunkan prediksi kami dengan asumsi volume penjualan yang lebih rendah di tengah prediksi pertumbuhan industri yang lebih lambat,” ujarnya.

Bahana Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold dengan target price (TP) lebih rendah dari Rp12.500.

“Dengan adanya revisi laba, kami menurunkan TP kami menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp13.200,” pungkasnya.

Sementara itu, Fahressi Fahalmesta, analis Ciptadana Sekuritas Asia mengatakan bahwa pertumbuhan volume penjualan semen Indonesia akan lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh sepanjang periode kuartal I/2019, Indonesia memasuki periode Pemilu yang memengaruhi minat beli masyarakat. Selain itu, musim hujan dan permintaan properti yang melemah semakin menekan pertumbuhan volume penjualan semen dalam negeri.

Sepanjang kuartal I/2019, pertumbuhan volume penjualan Semen Indonesia di pasar domestik tercatat moderat, tetapi berkat volume penjualan ekspor, dapat memacu volume penjualan secara keseluruhan untuk tumbuh 3% dibandingkan tahun sebelumnya .

“Oleh karena itu, untuk lebih mencerminkan kondisi tahun ini, kami juga memangkas target pertumbuhan volume penjualan domestik SMGR tahun ini dari 5% menjadi 2,5%,” sebutnya.

Dia menilai untuk prospek SMGR masih positif ke depannya. Program transformasi pembiayaan yang dilakukan perseroan dinilai dapat meningkatkan profitabilitas dengan potensi penciptaan sinergi dari merger dinilai dapat menjadi nilai lebih yang menarik.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan TP sebesar Rp15.800 atau potensi naik 29%. TP kami menyiratkan 11,2 kali. Secara keseluruhan, kami melihat sektor semen menjadi lebih baik dalam hal harga dan pemanfaatan. Oleh karena itu, SMGR sebagai BUMN dan pemain terbesar siap untuk mengambil manfaat dari pemulihan industri,” pungkasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semen indonesia, rekomendasi saham, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup