Antisipasi Volatilitas Tinggi Akibat Pilpres, Investor Agar Masuk ke Reksa Dana Pasar Uang

Para investor reksa dana disarankan untuk dapat masuk ke produk reksa dana pasar uang terlebih dahulu pada bulan ini untuk mengantisipasi volatilitas yang terjadi di pasar saham.
Dwi Nicken Tari | 16 April 2019 08:45 WIB
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Para investor reksa dana disarankan untuk dapat masuk ke produk reksa dana pasar uang terlebih dahulu pada bulan ini untuk mengantisipasi volatilitas yang terjadi di pasar saham.

Kondisi pasar saham menjelang Pemilu terpantau sedikit volatil. Selama month-to-date, pergerakan IHSG terpantau melemah 0,97% kendati secara year-to-date masih tumbuh 3,88% pada akhir pekan lalu. Namun, penurunan IHSG tersebut telah menyeret turun kinerja indeks reksa dana saham dan indeks reksa dana campuran secara mingguan.

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana pun menyarankan kepada investor jangka pendek untuk dapat masuk ke reksa dana pasar uang terlebih dahulu.

“Kalau untuk jangka panjang, tidak masalah masuk sekarang karena harganya murah. Tapi untuk investor jangka pendek, sebaiknya di pasar uang dulu,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (15/4/2019).

Adapun, penyebab turunnya IHSG pada akhir pekan lalu kata Wawan lebih disebabkan oleh aksi ambil untung dari investor lokal maupun inevstor asing, yang sebagian besar mengantisipasi minggu perhelatan Pilpres.

Untuk jangka panjang, Wawan masih optimistis pasar saham akan berprospek bagus. Pasalnya apabila dilihat secara historis, ada maupun tidak adanya Pilpres tak berkorelasi erat dengan pertumbuhan IHSG karena biasanya indeks akan terus naik sesuai dengan kinerja para emiten. “Reksa dana saham harusnya untuk jangka panjang tetap menarik,” imbuh Wawan.

Berdasarkan data Infovesta Utama per 12 April 2019, indeks reksa dana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index tercatat memerah 0,47% dengan performa IHSG sebagai indeks acuannya sebesar tumbuh 3,41%. Namun demikian, secara month-to-date IHSG telah tergerus sebesar 0,97%.

Sementara itu, kinerja indeks reksa dana campuran yang tercermin dalam Infovesta Balanced Fund Index tetap berada di posisi teratas sebesar 2,81% kendati masih di bawah kinerja indeks acuannya sebesar 3,38%.

Selanjutnya, menyusul indeks reksa dana pendapatan tetap yang tercermin dalam Infovesta Fixed Income Fund Index sebesar 3,03% atau lebih baik dari indeks acuannya sebesar 2,56%.

Adapun kinerja indeks reksa dana pasar uang yang tercermin dalam Infovesta Money Market Fund Index tercatat 1,47% atau stabil di dekat indeks acuannya sebesar 1,59%. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, reksa dana, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top