Ringkasan Perdagangan 15 April: IHSG Rebound, Rupiah Menguat

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan mengawali pekan ini dengan rebound pada Senin (15/4/2019), sekaligus mematahkan pelemahan tiga hari berturut-turut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 April 2019 19:45 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan mengawali pekan ini dengan rebound pada Senin (15/4/2019), sekaligus mematahkan pelemahan tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar AS. Di sisi lain, investor masih mencatatkan aksi jual saham bersih pada perdagangan hari ini.

Berikut ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

IHSG Rebound 0,46 Persen di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rebound pada perdagangan hari ini setelah ditutup menguat 0,46 persen atau 29,28 poin di level 6.435,15.

Sebanyak delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,33 persen dan konsumer yang nak 0,76 persen. Di sisi lain, hanya sektor tambang yang melemah sebesar 0,42 persen dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, 194 saham melemah, dan  saham stagnan.

IHSG Rebound, Investor Asing Catat Net Sell Rp344,79 Miliar

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), investor asing membukukan aksi jual bersih senilai sekitar Rp344,79 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 987,04 miliar lembar saham senilai Rp2,23 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,21 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,57 triliun.

Rupiah Menguat 3 Hari Berturut-turut Didorong Surplus Neraca Dagang

Rupiah ditutup menguat 0,4% menjadi Rp14.063 per dolar AS, menjadi nilai tukar dengan kinerja penguatan terbaik kedua di kelompok mata uang Asia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Maret 2019 mencapai US$14,03 miliar, lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang mencapai US$13,49 miliar.

Hal tersebut menyebabkan neraca perdagangan Maret 2019 mengalami surplus sebesar US$540 juta. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, dengan realisasi ekspor dan impor tersebut maka Indonesia berhasil mencetak surplus untuk dua bulan berturut-turut.

Bursa Asia Terkerek Optimisme Pembicaraan Perdagangan AS-China

Bursa saham Asia mendekati level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir pada perdagangan Senin (15/4/2019) setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia berharap pembicaraan perdagangan AS-China mendekati putaran terakhir

"Kekhawatiran perdagangan AS-China telah surut, The Fed tidak lagi menaikkan suku bunga dan Brexit telah ditunda; semuanya menjadi pertanda baik untuk aset berisiko," kata Takashi Hiroki, kepala analis Monex Securities, seperti dikutip Reuters.

Harga Emas Comex Melemah

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 melemah 4,4 poin atau 0,34 persen ke level US$1.290,80 per troy ounce. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.287,70-US$1.295,20 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta hari ini terpantau tidak berubah di posisi Rp660.000 per gram dari posisi perdagangan Jumat (12/4).

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga tidak berubah di posisi Rp587.000 per gram.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup