IHSG Rebound 0,46 Persen di Awal Pekan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,28 poin di level 6.435,15 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Jumat (12/4), IHSG ditutup melemah tipis 0,07 persen ke level 6.405,87.
Aprianto Cahyo Nugroho | 15 April 2019 17:19 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rebound pada perdagangan hari ini, Senin (15/4/2019) di Bursa Efek Indonesia (IDX).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,46 persen atau 29,28 poin di level 6.435,15 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Jumat (12/4), IHSG ditutup melemah tipis 0,07 persen ke level 6.405,87.

Di awal perdagangan, IHSG dibuka rebound dengan penguatan 0,33 persen atau 21,04 poin ke level 6.426,90. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.415,11-6.442,03.

Sebanyak delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,33 persen dan konsumer yang nak 0,76 persen. Di sisi lain, hanya sektor tambang yang melemah sebesar 0,42 persen dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, 194 saham melemah, dan  saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing menguat 2,49 persen dan 1,67 persen menjadi penopang utama terhadap rebound IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,53 persen atau 2,95 poin di level 564,70, setelah dibuka rebound dengan  penguatan 0,6 persen atau 3,34 poin di posisi 564,09.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia berada di teritori positif sebesar US$540 juta pada Maret 2019.

Surplus ini disebabkan oleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$14,03 miliar atau lebih tinggi dibandingkan nilai neraca impor sebesar sebesar US$13,49 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan kenaikkan berasal dari surplus nonmigas sebesar US$988,6 miliar. Adapun, neraca migas mengalami defisit sebesar US$448 miliar.

“Situasinya globalnya cukup sulit, tetapi kita Alhamdullilah masih bisa surplus,” ujar Kecuk, Senin (15/04/2019).

Ekspor pada Maret 2019 naik 11,71% menjadi US$14,03 miliar dibandingkan Februari 2019. Namun angka ini turun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 10,01%.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak mayoritas menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 yang naik masing-masing 1,4 persen dan 1,37 persen dan indeks Kospi yang menguat 0,42 persen.

Di sisi lain, indeks Hang Seng melemah 0,33 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,34 persen dan 0,33 persen.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia berharap pembicaraan perdagangan AS-China mendekati putaran terakhir

Menambah sentimen positif, data ekspor dan pinjaman bank China yang kuat meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi global.

Optimisme pada kesepakatan perdagangan yang sejalan dengan jeda dari pengetatan kebijakan Federal Reserve AS dan perpanjangan batas waktu Brexit membantu mengangkat mood di pasar saham.

"Kekhawatiran perdagangan AS-China telah surut, The Fed tidak lagi menaikkan suku bunga dan Brexit telah ditunda; semuanya menjadi pertanda baik untuk aset berisiko," kata Takashi Hiroki, kepala analis Monex Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG

Kode

(%)

HMSP

+2,49

ASII

+1,67

BBRI

+0,93

GGRM

+2,55

CPIN

+2,99

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

UNVR

-1,31

SMGR

-1,35

MPRO

-9,43

BNLI

-2,60

PTBA

-1,49

Sumber: BEI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top