Minyak Mentah Mendidih, Harga Batu Bara Naik Tajam

Harga batu bara Newcastle berhasil melanjutkan relinya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/4/2019).
Renat Sofie Andriani | 09 April 2019 08:13 WIB
Minyak West Texas Intermediate - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle berhasil melanjutkan relinya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup melonjak 3,40% atau 2,75 poin di level US$83,75 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (5/4/2019), harga batu bara Newcastle kontrak Mei juga naik tajam 2,66% atau 2,10 poin dan berakhir di level US$81 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Agustus 2019 namun berakhir tergelincir 0,15% di posisi 67,85 pada perdagangan Senin setelah mampu melonjak lebih dari 5% ke level 67,95 pada perdagangan sebelumnya.

Adapun harga batu bara thermal untuk pengiriman Mei 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, lanjut menguat 0,88% atau 5,4 poin di level 619 yuan per metrik ton pada perdagangan kemarin, reli hari kelima beruntun.

“Harga batu bara thermal kemungkinan akan menguat pekan ini ketika rel kereta Daqin memulai pemeliharaan musim semi. Kondisi ini membatasi pasokan ke pelabuhan, sementara persediaan di pelabuhan sudah menurun,” terang China Coal Transport and Distribution Association dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.

Rel kereta Daqin, yang menghubungkan wilayah penghasil batu bara utama Shanxi dengan Qinhuangdao, memulai periode pemeliharaan selama 25 hari pada hari Minggu.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia bergerak naik ke level tertingginya sejak November 2018 di tengah pergolakan yang terjadi Libya.

Harga patokan minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berakhir naik 2,1% ke US$64,40 per barel, sedangkan patokan global Brent ditutup naik 76 sen atau 1,1% ke US$71,10 per barel pada perdagangan Senin (8/4/2019).

Harga Brent sempat menyentuh level tertingginya  kemarin pada US$71,19 per barel dan WTI sempat menyentuh US$64,44 per barel.

Pengamat pasar menyebut harga naik setelah data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, turun sekitar 419.000 barel pekan lalu.

Minyak juga terkerek upaya pemangkasan pasokan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta penerapan sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Pergerakan harga batu bara kontrak Mei 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

8 April

83,75

(+3,40%)

5 April

81,00

(+2,66%)

4 April

78,90

(0%)

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara, Harga Minyak

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup