Kinerja Bukaka Teknik Utama 2018 Moncer, Laba Tumbuh Fantastis

Emiten konstruksi non bangunan PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) memembukukan kenaikan pendapatan sebesar 90,67% year on year (yoy) dan laba bersih 210,98% yoy pada 2018.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 09 April 2019  |  09:24 WIB
Kinerja Bukaka Teknik Utama 2018 Moncer, Laba Tumbuh Fantastis
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten konstruksi nonbangunan PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) memembukukan kenaikan pendapatan sebesar 90,67% year on year (yoy) dan laba bersih 210,98% yoy pada 2018.

Dalam laporan keuangan tahunan 2018 yang dipublikasikan Senin (8/4/2019), perusahaan menyampaikan pendapatan pada tahun lalu mencapai Rp4,68 triliun. Nilai itu meningkat 90,67% yoy dari sebelumnya Rp2,45 triliun.

Pendapatan dari konstruksi jaringan listrik, energi, dan jembatan berkontribusi paling besar, yakni Rp4,12 triliun. Selanjutnya, kontrak peralatan jalan, kendaraan khusus, dan peralatan migas menyumbang Rp271,59 miliar.

Fasilitas dan perlengkapan bandara berkontribusi Rp209,14 miliar, selanjutnya penjualan produk forging Rp65,55 miliar, dan pendapatan pemasaran listrik Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Rp16,33 miliar.

Rincian penjualan yang melebihi 10% kepada pihak ketiga ialah KSO Proyek JAPEK Rp1,19 triliun, PT Chevron Indonesia Company Rp481,48 miliar, PT PLN (Persero) Rp470,62 triliun, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., senilai Rp355,69 miliar.

“Perseroan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp527,84 miliar pada 2018, turun dari 2017 senilai Rp774,47 miliar,” papar manajemen.

Sementara itu, beban kontrak konstruksi dan nonkonstruksi meningkat menuju Rp3,87 triliun dari sebelumnya Rp2,07 triliun. Laba kotor pada 2018 pun mencapai Rp813,05 miliar, naik dari 2017 senilai Rp388,85 miliar.

BUKK yang dimiliki oleh keluarga Kalla, mengantongi laba bersih sebesar Rp561,54 miliar pada 2018, melonjak 210,98% yoy dari sebelumnya Rp180,57 miliar. Laba per saham pun naik menuju Rp217,01 dari 2017 senilai Rp62,74.

Liabilitas perusahaan pada 2018 naik menjadi Rp2,45 triliun dari sebelumnya Rp1,95 triliun. Peningkatan itu terutama disebabkan membengkaknya liabilitas jangka pendek menuju Rp2,29 triliun dari sebelumnya Rp1,63 triliun.

Ekuitas perseroan mencapai Rp1,96 triliun pada 2018 dibandingkan sebelumnya Rp1,56 triliun. Total aset BUKK pun meningkat menuju Rp4,41 triliun dari sebelumnya Rp3,51 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bukaka

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top