Buka Rekening Efek dan RDN Kini Cukup 30 Menit

Otoritas Jasa Keuangan meresmikan program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik yang mulai dapat diimplementasikan pada hari ini, Kamis (28/3/2019).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  11:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Otoritas Jasa Keuangan meresmikan program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik yang mulai dapat diimplementasikan pada hari ini, Kamis (28/3/2019). Dengan begitu, kini pembukaan rekening efek dan RDN bisa diproses paling cepat 30 menit alias tak perlu lagi menunggu hingga 2 pekan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyampaikan dengan adanya program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan inklusi jasa keuangan di bidang pasar modal.

“Ini merupakan gong dimulainya implementasi penyederhanaan pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah secara elektronik dengan mensinergikan pemanfaatan customer due dilligence (CDD) pihak ketiga antara bank-bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Perusahaan Efek,” kata Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Kendati proses pembukaan rekening efek bisa menjadi lebih cepat dan efisien, Hoesen menambahkan, program penyederhanaan ini diklaim tetap menjaga tingkat keamanan transaksi.

Adapun ketentuan mengenai program penyederhanaan ini telah diatur oleh OJK dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.04/2019 tentang Pedoman Pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik Melalui Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.

Di dalam surat edaran tersebut, dijelaskan mengenai pedoman teknis pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah secara elektronik, penyediaan Customer Due Diligence (CDD) pihak ketiga, serta pedoman formulir pembukaan rekening untuk nasabah individual. 

Lebih lanjut, penerbitan SEOJK tersebut bertujuan agar pelaksanaan CDD dapat tetap sesuai dengan ketentuan peraturan, namun juga tetap efisien dan memudahkan aktifitas transaksi di pasar modal.

Diketahui sebelumnya bahwa mekanisme on boarding atau pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah yang dilakukan manual juga memakan waktu lama. Dengan terbitnya SEOJK ini akan memungkinkan perusahaan efek memberikan layanan pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah  lebih cepat dan menjangkau wilayah yang luas. Hoesen mengimbuhkan, jeda paling cepat untuk membuka rekening efek secara online bahkan bisa hanya dalam hitungan 30 menit.

Adapun SEOJK ini menjelaskan bahwa perusahaan efek dapat memanfaatkan CDD yang telah dilakukan bank atas nasabahnya dan dapat digunakan sebagai basis CDD dalam pembukaan Rekening Dana Nasabah bagi calon  investor di Pasar Modal. 

Program penyederhanaan ini diharapkan bisa memperluas jangkauan Perusahaan Efek dalam memberikan layanan kepada investor sehingga dapat mengatasi terbatasnya jaringan pemasaran Perusahaan Efek yang hanya terfokus di kota besar. 

Dalam lima tahun terakhir perkembangan pasar modal menunjukan perkembangan yang positif, seperti terlihat dari kenaikan IHSG lebih dari 23% dari 5.226 di Desember 2014 menjadi 6.444 di 27 Maret 2019.  

Jumlah single investor identification (SID) saham juga mengalami peningkatan 151% dari  364.465 menjadi 915.675 investor saham (Desember 2014 - 22 Maret 2019), SID Reksa Dana meningkat 239% dari 320.063 menjadi 1.085.670 (Desember 2014 - Februari 2019), dan SID SBN meningkat 102% dari 105.690 menjadi 214.301 (Deesmber 2016 - Februari 2019). 

Total investor per 22 Maret 2019 mencapai 1,7 juta. Sementara, berdasarkan Indeks Literasi Keuangan Nasional tahun 2016, tingkat literasi dan inklusi khusus Pasar Modal masing-masing 4,4% dan 1,3%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekening efek, rekening dana nasabah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top