Usai Gelar RUPS, Saham SILO Ditutup Menguat

Usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), saham PT Siloam International Hospitals Tbk. ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (15/3/2019).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  18:19 WIB
Usai Gelar RUPS, Saham SILO Ditutup Menguat
(Dari kiri) Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) Budi R. Legowo, Direktur Keuangan SILO Daniel Phua, Presiden Direktur SILO Ketut Budi Wijaya, dan Direktur SILO Anang Priyudi menyampaikan keterangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan paparan publik di Hotel Aryaduta Lippo Village, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019). - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — Usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), saham PT Siloam International Hospitals Tbk. ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (15/3/2019).

Dalam RUPST yang digelar pada Jumat (15/3) di Karawaci, Tangerang, Banten, salah satu mata acara yang disetujui pemegang saham yakni tidak dibagikannya dividen atas laba bersih buku tahun 2018.

Berdasarkan data dari Bloomberg, pergerakan emiten berkode saham SILO itu menguat 6,38% atau 210 poin menuju level Rp3.500 per saham. Namun, pada periode berjalan 2019, saham SILO masih terkoreksi 2,51%.

Kepala Riset OSO Sekuritas Ike Widiawati menjelaskan pada perdagangan hari ini terjadinya aksi net buy yang dilakukan investor asing untuk saham SILO. Dia mengatakan bahwa aksi tersebut tercatat mencapai Rp252,54 miliar.

“Kenaikan hari ini, saya perhatikan lebih kepada kepercayaan investor asing yang melakukan net buy cukup besar pada perdagangan hari ini,” ujar Ike kepada Bisnis, Jumat (15/3).

Lebih jauh, dia melanjutkan bahwa sejak awal tahun investor asing terus melakukan aksi cicil beli atas saham SILO. Hal tersebut dipandang mengindikasikan minat asing atas emiten rumah sakit yang berada di bawah Grup Lippo itu.

SILO juga dinilai memiliki daya saing yang cukup baik dari segi pelayanan dan cabang rumah sakit yang sudah tersebar.

“Secara EV/EBITDA masih cukup lumayan di 8,45x, lebih murah dibandingkan dengan rata-rata industri rumah sakit yang sebesar 16,62x,” pungkas Ike.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
siloam, Kinerja Saham

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top