Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelita Samudera Shipping (PSSI) Raih Kontrak Baru US$39,4 Juta

PT Pelita Samudera Shipping Tbk. mengumumkan penandatanganan kontrak baru senilai sekitar US$39,4 juta untuk pengapalan bijih nikel dan batu bara selama 5 tahun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  09:49 WIB
Pelita Samudera Shipping (PSSI) Raih Kontrak Baru US$39,4 Juta
Logo Emiten PSSI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —  PT Pelita Samudera Shipping Tbk. mengumumkan penandatanganan kontrak baru senilai sekitar US$39,4 juta untuk pengapalan bijih nikel dan batu bara selama 5 tahun.

Adapun, penandatanganan kontrak kerja sama untuk memasok kebutuhan pabrik peleburan nikel utama di Indonesia dilakukan dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry. Emiten berkode saham PSSI itu akan melakukan pengangkutan bijih nikel dari Pulau Halmahera ke Pulau Sulawesi, dan pengangkutan batubara dari Pulau Kalimantan ke Pulau Sulawesi.

Dengan menggunakan dua kapal kelas supramax yang baru dibeli perseroan, yakni kapal pertama dengan nama lambung MV (mother vessel/kapal induk) Daidan Pertiwi yang dibeli pada Januari 2019 dengan nilai transaksi sekitar US$11 juta, dan diikuti oleh kapal kedua dengan nama lambung MV Daidan Mustikawati yang dibeli pada Februari 2019 dengan nilai transaksi sekitar US$10 juta.

Penambahan dua kapal kelas supramax ini meningkatkan kapasitas kargo per Dead Weight Ton (DWT) untuk kapal induk (MV) perseroan dari sekitar 31 ribu DWT pada kuartal I/2018 menjadi sekitar 174,600 DWT pada I/2019 atau tumbuh lebih dari lima kali lipat.

“Dalam empat kuartal terakhir di mana PSSI secara bertahap mengembangkan bisnis MV,” ujar Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes melalui keterangan resminya, dikutip Rabu (13/3/2019).

Capaian kontrak tersebut adalah kontrak time chartered besar yang berhasil diraih PSSI dalam 5 tahun terakhir. Capaian tersebut menunjukkan usaha perseroan dalam mengembangkan basis pelanggan dari batubara ke sektor lainnya, termasuk mineral.

“Dengan demikian mendukung bagian mata rantai logistik dari langkah Indonesia untuk menciptakan nilai tambah dari industri hilir tambang,” katanya.

Head of Investor Pelita Samudera Shipping Adi Hartadi mengatakan dengan beroperasinya kedua kapal tersebut pendapatan tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 25%— 30% dari realiasi pendapatan tahun 2018 serta margin laba diharapkan tumbuh 8%— 9%.

Pada tahun ini, perseroan berpandangan akan memiliki masa depan bisnis yang lebih cerah untuk jasa kapal pengangkutan karena sejumlah proyek yang baru mulai beroperasi pada 2019.

"Kami melihat bisnis di tahun 2019 ini bisa lebih baik. Seiring dari pertumbuhan PLN yang menjadi customer utama PSSI, pengolahan biji mineral dan nikel serta banyaknya kawasan industri yang selesai sehingga kami optimis prospek pertumbuhannya cukup besar," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten Pelita Samudera Shipping
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top