Proses Internasionalisasi Saham Domestik Catat Progres, Bursa China Melonjak

Bursa saham China rebound dan berakhir menguat tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (1/3/2019), didongkrak progres proses internasionalisasi saham domestik negeri tersebut.
Proses Internasionalisasi Saham Domestik Catat Progres, Bursa China Melonjak	Renat Sofie Andriani | 01 Maret 2019 16:55 WIB
Proses Internasionalisasi Saham Domestik Catat Progres, Bursa China Melonjak
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China rebound dan berakhir menguat tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (1/3/2019), didongkrak progres proses internasionalisasi saham domestik negeri tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup menguat 1,80% atau 53,05 poin di level 2.994, kenaikan mingguan terbesar dalam hampir empat tahun, setelah berakhir turun 0,44% atau 12,87 poin di posisi 2.940,95 pada Kamis (28/2/2019).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisikan saham-saham blue chip hari ini ditutup melonjak 2,19% atau 80,34 poin di level 3.749,71, setelah berakhir turun 0,25% atau 9,02 poin di level 3.669,37 kemarin.

Sebagaimana diberitakan Reuters, penyedia indeks global, MSCI, menggandakan empat kali lipat bobot saham China daratan dalam indeks acuan globalnya tahun ini.

Langkah itu disebut dapat menarik arus masuk asing baru senilai lebih dari US$80 miliar ke dalam negara berkekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

“Kami memperkirakan perubahan ini akan menghasilkan aliran dana senilai US$67 miliar ke pasar saham domestik (A-share) tahun ini,” ujar Gao Ting, Kepala Strategi China di UBS Securities, dalam risetnya.

“Investor asing sebagai sebuah kelompok telah melampaui perusahaan asuransi sebagai pemegang saham domestik terbesar, dan dengan bantuan kenaikan bobot MSCI, kemungkinan akan segera menyaingi reksa dana domestik,” tambah Gao.

Menurut Caroline Yu Maurer, head of Greater China equities di BNP Paribas Asset Management, proses penyertaan akan meningkatkan sentimen investor dan, dalam jangka panjang, arus masuk ke China.

“Hal itu juga membantu memajukan ambisi Presiden Xi Jinping untuk menjadikan renminbi mata uang global,” lanjut Yu dalam risetnya.

Saham perusahaan konsumen menjadi pendorong utama penguatan bursa saham China hari ini. Indeks bahan konsumsi pada indeks CSI berakhir naik 3,2% dan telah menguat 27,6% sepanjang tahun ini.

“Di tingkat sektor, investor asing telah menunjukkan preferensi yang konsisten untuk food & beverage (F&B) dan barang konsumsi yang tahan lama,” lanjut Gao.

Di tengah sentimen yang optimistis, rilis data ekonomi terbaru tampak memperkuat harapan bahwa pemerintah China akan meningkatkan upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan.

Aktivitas manufaktur China berkontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut pada Februari tetapi dengan laju yang lebih lambat, ditunjang peningkatan dalam manufaktur domestik, menurut laporan Caixin yang dirilis hari ini.

Pekan depan, para pemimpin China akan berjanji di parlemen untuk menjaga negara ketika ekonomi menghadapi ujian terbesarnya dalam beberapa tahun, di tengah tekanan untuk melancarkan lebih banyak langkah guna mendorong pertumbuhan serta menghidupkan kembali kepercayaan bisnis dan konsumen yang lemah.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong mampu rebound dan berakhir menguat 0,63% atau 178,99 poin di level 28.812,17, setelah ditutup turun 0,43% di posisi 28.633,18 pada Kamis (28/2).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top