Laba Bersih 2018 Tumbuh 50%, Ini Kontribusinya Tambang Emas Martabe untuk United Tractors (UNTR)

Entitas anak PT United Tractors Tbk., PT Agincourt Resources, perseroan yang mengoperasikan tambang Martabe berkontribusi  laba tahun berjalan Rp276,5 miliar kepada kinerja keuangan 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  17:23 WIB
Laba Bersih 2018 Tumbuh 50%, Ini Kontribusinya Tambang Emas Martabe untuk United Tractors (UNTR)
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk Gidion Hasan (tengah) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Senin (16/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— Entitas anak PT United Tractors Tbk., PT Agincourt Resources, perseroan yang mengoperasikan tambang Martabe berkontribusi  laba tahun berjalan Rp276,5 miliar kepada kinerja keuangan 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dipublikasikan perseroan lewat laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/2/2019), United Tractors melaporkan PT Agincourt Resources (PTAR) berkontribusi pendapatan senilai Rp681,6 miliar dan laba tahun berjalan Rp276,5 miliar selama periode keuangan yang berakhir 31 Desember 2018.

Sebagai catatan, UNTR itu melalui entitas anak, PT Danusa Tambang Nusantara, telah memenuhi syarat shares sales agreement (SSA) untuk membeli 95% saham PTAR pada awal Desember 2018. Dengan terpenuhinya seluruh kondisi prasyarat SSA, UNTR resmi menguasai perseroan yang mengoperasikan tambang Martabe tersebut.

Emiten berkode saham UNTR itu melaporkan pendapatan bersih Rp84,6 triliun pada 2018. Pencapaian tersebut naik 31% dari Rp64,55 triliun pada 2017.

Secara detail, kontribusi masing-masing lini usaha yakni mesin konstruksi 35%, kontraktor penambangan 48%, pertambangan 13%, dan industri konstruksi 4% terhadp total pendapatan bersih konsolidasian.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bruto perseroan tumbuh 46% dari Rp14,5 triliun menjadi Rp21,1 triliun pada 2018. UNTR mengklaim pengelolaan beban penjualan, umum, dan administrasi terkendali membuat laba sebelum pajak penghasilan meningkat 49% menjadi Rp15,7 triliun.

Dari situ, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai Rp11,1 triliun pada 2018. Realisasi tersebut naik 50% dibandingkan dengan Rp7,40 triliun pada 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
united tractors, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top