PASAR OBLIGASI : Investor Kian Optimistis, Pasar Obligasi Berpotensi Menguat

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (27/2/2019) harga SUN masih bergerak bervariasi dengan masih berpeluang untuk mengalami kenaikan didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika akibat optimisnya para pelaku pasar terhadap sentimen damai perang dagang antara Amerika dan China.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  09:33 WIB
PASAR OBLIGASI : Investor Kian Optimistis, Pasar Obligasi Berpotensi Menguat
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA — MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (27/2/2019) harga SUN masih bergerak bervariasi dengan masih berpeluang untuk mengalami kenaikan didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika akibat optimisnya para pelaku pasar terhadap sentimen damai perang dagang antara Amerika dan China.

"Selain itu, suksesnya lelang penjualan SUN pada perdagangan kemarin menjadi indikasi bahwa pelaku pasar masih merespons positif pada kondisi pasar saat ini," kata I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, dalam riset harian, Rabu (27/2/2019).

Dengan kondisi tersebut, Made sarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN. Made merekomendasikan kepada investor untuk melakukan strategi trading di tengah pergerakan harga SUN yang cenderung bergerak berfluktuasi dengan fokus kepada pergerakan nilai tukar rupiah.

Adapun seri - seri yang menarik pada kondisi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: FR0053, FR0061, FR0063, FR0070, FR0077, FR0056 dan FR0059.

Review (Selasa, 26 Februari 2019)

Harga SUN kembali bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang diakibatkan oleh sentimen damai perang dagang antara Amerika dan China pada perdagangan kemarin.

Perubahan harga SUN mencapai 56 bps yang mendorong turunnya tingkat imbal hasil hingga sebesar 12 bps.

Adapun untuk SUN seri acuan, sebagian besar serinya mengalami kenaikan harga yang berkisar antara 49 bps hingga 57 bps yang mengakibatkan adanya rata-rata perubahan tingkat imbal hasil turun sebesar 7,7 bps.

SUN seri acuan dengan tenor 20 tahun mengalami kenaikan harga tertinggi sebesar 57 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 5,8 bps dan diikuti oleh Surat Utang Negara seri acuan bertenor 10 tahun dan 15 tahun yang mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 53 bps dan 50 bps sehingga berdampak pada penurunan imbal hasil sebesar 7,6 bps dan 5,8 bps.

Adapun untuk seri acuan yang mengalami perubahan harga terendah didapati pada tenor 5 tahun sebesar 49 bps yang mengakibatkan terjadinya penurunan imbal hasil sebesar 11 bps di level 7,573%.

Perubahan harga SUN yang terjadi pada perdagangan kemarin bergerak dengan mengalami kenaikan. Hal ini masih dipicu oleh adanya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ditengah sentimen damai perang dagang antara Amerika dan China.

Selain itu, harga minyak dunia yang mengalami penurunan juga turut menguntungkan Indonesia sehingga nilai tukar rupiah berpeluang untuk terus menguat. Hanya saja setelah tiga hari berturut-turut rupiah mengalami penguatan, para investor memanfaatkan momentum ini untuk mengambil aksi untung.

Sementara itu, dari hasil lelang SUN pemerintah berhasil meraup dana sebesar Rp22,00 triliun dari total penawaran yang masuk mencapai Rp93,93 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, sun, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top