KINERJA 2018 : Penjualan Alat Berat (Intraco Penta) INTA Lampaui Target

Emiten distribusi alat berat PT Intraco Penta Tbk. membukukan penjualan alat berat sebanyak 930 unit sepanjang 2018. Capaian tersebut lebih tinggi hingga 15% dari target penjualan yang ditetapkan perseroan pada awal tahun lalu yaitu sebesar 808 unit.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  08:05 WIB
KINERJA 2018 : Penjualan Alat Berat (Intraco Penta) INTA Lampaui Target
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distribusi alat berat PT Intraco Penta Tbk. membukukan penjualan alat berat sebanyak 930 unit sepanjang 2018. Capaian tersebut lebih tinggi hingga 15% dari target penjualan yang ditetapkan perseroan pada awal tahun lalu yaitu sebesar 808 unit.

Investor Relations Strategist Intraco Penta  Ferdinand D. menyampaikan hingga akhir Desember 2018, penjualan 841 unit alat berat tersebut telah menyumbangkan pendapatan pada perseroan mencapai Rp1,86 triliun.

“Sektor pertambangan masih menjadi penyumbang dominan terhadap penjualan kami sepanjang tahun lalu yaitu mencapai 65% dari total penjualan. Dari 65% tersebut, sebesar 45%-nya disumbangkan oleh sektor batu bara. Selebihnya untuk alat pertambangan lainnya,” ungkap Ferdinand di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Sebagai catatan, pada 2017 perseroan berhasil menjual hingga 628 unit alat berat dengan sumbangan pendapatan sebesar Rp1,28 triliun.

Adapun, INTA menargetkan kenaikan penjualan alat berat sebesar 40% pada tahun lalu atau mencapai 808 unit. Dengan harga batu bara yang dalam tren memanas, perseroan optimistis penjualan alat berat akan terus moncer.

Terkait belanja modal, perseroan menyebut realisasi capex pada 2018 yakni sekitar Rp25 miliar. Namun, perseroan masih merampungkan audit realisasi hingga akhir tahun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, INTA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,24 triliun, meningkat 46,69% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1,53 triliun.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan rugi bersih Rp232,32 miliar, karena masih terbebani restrukturisasi anak usaha INTA yaitu PT Intan Baruprana Finance Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, intraco penta

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top