Laporan dari Kuala Lumpur : Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 1,67 Juta

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat sampai dengan Januari 2019 lalu jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 1.676.606. 
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  16:56 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur : Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 1,67 Juta
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi ketika menerima Marquee Award sebagai The Best Central Securities Depository in Southeast Asia in 2018 versi Alpha Southeast Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/2/2109)./Bisnis - Ipak Ayu

Bisnis.com, KUALA LUMPUR — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat sampai dengan Januari 2019 lalu jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 1.676.606. 

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa sepanjang 2018 pihaknya telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek di pasar modal, yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.

Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali lipat dan mampu menangani hingga 3 juta investor.

“Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI di tahun 2018 mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia, antara lain implementasi sistem utama The Central Depository and Book-Entry Settlement System atau C-BEST generasi terbaru atau C-BEST Next-G dan perubahan siklus penyelesaian transaksi 3 hari menjadi 2 hari bersama SRO. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” katanya dalam The 12th Annual Best Deal and Solution Awards 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia , Kamis (21/2/2019).

The 12th Annual Best Deal and Solution Awards 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. Friderica mengemukakan KSEI juga telah berperan dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 hari (T+3) menjadi 2 hari (T+2), yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per 26 November 2018.

Dengan proses tersebut, karena penyelesaian transaksi pada  28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+3 hari terakhir, yaitu hari Jumat (23 November 2018) dan perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 hari pertama pada hari Senin (26 November 2018). Double Settlement pada tanggal 28 November 2018 telah sukses dilaksanakan KSEI tanpa kendala yang berarti.

Beberapa pengembangan lain juga tengah dilakukan KSEI di antaranya inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015 – 2019.

Tujuan program kerja ini dilakukan agar pembukaan RE dan RDN lebih mudah, cepat dan menjangkau lokasi yang lebih luas, sehingga investor dapat segera melakukan transaksi di pasar modal. KSEI telah memulai inisiatif ini sejak tahun 2016 dengan target awal adanya pedoman untuk penggunaan aplikasi elektronik dalam pembukaan rekening serta adanya pedoman untuk pembukaan RE agar dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Administrator RDN. Tahap selanjutnya akan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung mekanisme simplifikasi pembukaan RE dan RDN melalui AKSes Financial Hub di tahun 2019.

Saat ini, KSEI juga sedang mengkaji kemungkinan diterapkannya full dematerialisasi di pasar modal Indonesia. Untuk inisiatif strategis yang terakhir, berupa Layanan KYC Administrator Agent, KSEI telah memulai kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk sharing informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik. Saat ini, masih terdapat pula pengulangan proses KYC untuk investor yang sama pada PJK yang berbeda.

Pembaruan Fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G) juga akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Pengembangan AKSes Next-G meliputi proses log-in yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email. Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum. 

Insiatif KSEI lain meliputi e-proxy dan e-voting platform agar proses RUPS dapat berjalan efisien dan efektif diantara pihak-pihak terkait, salah satunya memberikan kuasa untuk menghadiri RUPS dan memberikan hak suara melalui e-proxy dan e-voting platform. Untuk pengembangan tersebut, KSEI telah menunjuk Central Securities Depository (CSD) of Turkey - MKK (Merkezi Kayit Kurulusu) sebagai mitra untuk melakukan pengembangan e-proxy and e-voting platform. Proyek ini di bagi dalam 2 tahap, yaitu penerapan e-proxy untuk jangka pendek dan penerapan e-voting untuk jangka panjang.

KSEI juga akan memulai kajian Layanan KYC Administrator Agent berupa pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK).

Friderica berharap berhasilnya KSEI meraih penghargaan sebagai Kustodian Sentral terbaik di Asia Tenggara tahun 2018 ini dapat semakin memotivasi seluruh insan KSEI untuk bekerja lebih giat guna mewujudkan berbagai program strategis yang telah direncanakan pada tahun-tahun mendatang.

Secara garis besar, tujuan rencana jangka panjang KSEI adalah membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di tingkat regional dalam menghadapi tantangan globalisasi, mendukung perkembangan industri pasar modal, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pemakai jasa KSEI.

Atas berbagai pencapaian tersebut dalam hal pengembangan Pasar Modal Indonesia kembali mengantarkan KSEI meraih Marquee Award sebagai The Best Central Securities Depository in Southeast Asia in 2018 versi Alpha Southeast Asia, yang sebelumnya juga pernah diraih di tahun 2016.

Friderica menyebut keberhasilan KSEI meraih penghargaan untuk kedua kalinya ini merupakan sebuah kebanggaan bagi KSEI. Dukungan dan kerjasama yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan, Self Regulatory Organization (SRO) dan pelaku pasar modal turut memiliki andil besar sehingga KSEI mampu menyelesaikan dan merealisasikan program pengembangan dan inovasi baru di industri Pasar Modal Indonesia sepanjang tahun 2018 dengan baik.

CEO & Publisher Alpha Southeast Asia Siddiq Bazarwala mengatakan KSEI layak memperoleh predikat sebagai Kustodian Sentral terbaik di Asia Tenggara karena KSEI telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan Pasar Modal di Indonesia selama satu tahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ksei, investor

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup