Tren Penguatan Rupiah Berlanjut, Peluang Kenaikan Harga SUN Masih Terbuka

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (21/2/2019) harga Surat Utang Negara atau SUN masih akan bergerak bervariasi dengan peluang terjadinya penguatan harga seiring dengan berlanjutnya tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  09:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (21/2/2019) harga Surat Utang Negara atau SUN masih akan bergerak bervariasi dengan peluang terjadinya penguatan harga seiring dengan berlanjutnya tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa selain itu, jelang dirilisnya keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan akan tetap menahan suku bunga acuannya pada level 6,00% dan jelang FOMC Minutes pada pekan ini akan berdampak bagi sebagian pelaku pasar untuk melakukan aksi wait and see.

Dengan beberapa faktor tersebut, Made menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN dengan fokus kepada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

"Peluang kenaikan harga di pasar sekunder dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan strategi trading dengan pilihan masih pada SUN dengan tenor pendek dan menengah seperti seri FR0069, FR0053, FR0061, FR0063, FR0070, FR0056, FR0071, FR0077 dan FR0058," katanya dalam riset harian, Kamis (21/2/2019).

Review (Rabu, 20 Februari 2019)

Pada perdagangan Rabu, 20 Februari 2019 harga SUN kembali bergerak dengan mengalami kenaikan di tengah optimisnya para pelaku pasar akan terciptanya kesepakatan antara Amerika dan China untuk mengakhiri perang dagang.

Perubahan harga SUN yang terjadi hingga sebesar 80 bps yang berdampak terhadap adanya perubahan tingkat imbal hasil rata - rata mengalami penurunan sebesar 3 bps. 

Harga SUN dengan tenor pendek mengalami kenaikan hingga sebesar 26 bps yang mendorong terjadinya rata-rata penurunan imbal hasil sebesar 3 bps. Adapun harga Surat Utang Negara dengan tenor menengah mengalami kenaikan yang berkisar antara 14 bps hingga 43 bps yang berdampak terhadap penurunan imbal hasil berkisar antara 2 bps hingga 8 bps. 

Sementara itu, untuk SUN dengan tenor panjang mengalami pergerakan harga yang cenderung mengalami kenaikan hingga sebesar 80 bps sehingga mengalami penurunan imbal hasil hingga sebesar 11 bps.

Pada perdagangan Selasa (19/2/2019) pergerakan harga SUN bergerak dengan mengalami kenaikan yang kembali didorong oleh faktor nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, di mana perubahan nilai tukar tersebut akan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan dengan faktor domestik. 

Dari faktor domestik pergerakan harga SUN dipengaruhi oleh prediksi Bank Indonesia yang akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level 6,00% yang akan di rilis pada hari ini. 

Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya karena kondisi ekonomi Indonesia yang masih stabil dan pasar yang relatif cukup optimis. 

Adapun dari faktor eksternal datang dari optimisnya para pelaku pasar akan terciptanya kesepakatan damai perang dagang antara Amerika dan China. 

Optimisme semakin menguat ketika Amerika dan China tengah merumuskan MoU termasuk komitmen China untuk menjaga stabilitas nilai tukar yuan China terhadap dolar Amerika. 

Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, di mana penurunan harga minyak dunia akan mempengaruhi impor bahan bakar minyak sehingga membantu neraca perdagangan Februari 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pasar obligasi, mnc sekuritas

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top