AKSI EMITEN: BUMI & PTBA Rintis Proyek Gasifikasi, KMTR Segera Akuisisi Pabrik Karet

Berita mengenai dua emiten tambang yang merintis proyek gasifikasi serta kinerja PT HM Sampoerna Tbk menjadi topik utama media massa hari ini, Rabu (13/2/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 Februari 2019 08:41 WIB
PT Bumi Resources Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai dua emiten tambang yang merintis proyek gasifikasi serta kinerja PT HM Sampoerna Tbk menjadi topik utama media massa hari ini, Rabu (13/2/2019).

Berikut ringkasan sejumlah berita utama media massa hari ini:

 BUMI & PTBA Rintis Proyek Gasifikasi. Dua emiten tambang batu bara, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) melirik skema gasifi kasi sebagai strategi penghiliran batu bara. Saat ini, keduanya masih melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS). (Bisnis Indonesia)

Ketika HMSP Naik Tipis. Menguatnya daya beli masyarakat pada tahun ini diproyeksi mengerek volume penjualan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. yang hanya tumbuh 0,1% secara year-on-year menjadi 101,4 miliar batang pada 2018. (Bisnis Indonesia)

KMTR Segera Akuisisi Pabrik Karet. PT Kirana Megatara Tbk. memperoleh dana sebesar Rp282 miliar dari penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) untuk akuisisi pabrik. (Bisnis Indonesia)

Saham-Saham Small-Mid Cap Unjuk Gigi. Sebanyak 22 emiten di Bursa Efek Indonesia mencatatkan lonjakan harga saham yang fantastis sepanjang awal tahun ini, yakni antara 50% hingga 226% secara year to date. Membaiknya optimisme pasar serta meningkatnya spekulasi investor dinilai menjadi penyebab. (Bisnis Indonesia)

DMAS Optimistis, DILD Moderat. PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) dan PT Intiland Development Tbk. (DILD) memiliki pandangan berbeda terkait dengan proyeksi kinerja penjualan lahan industri pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Fokus PLTU, ADRO Pertahankan Produksi. Emiten tambang PT Adaro Energy Tbk. memprediksi produksi batu bara pada 2019 akan mencapai 54 juta—56 juta ton. Volume tersebut sama dengan panduan produksi perseroan pada tahun lalu. (Bisnis Indonesia)

Harga IPO Armada Berjaya Rp 288. Perusahaan penyedia layanan angkutan darat PT Armada Berjaya Trans menetapkan harga penjualan saham perdana Rp 288 per saham. Angka ini masih dalam rentang penawaran sebelumnya, Rp 260–Rp 340 per saham. (Kontan)

ZINC Bidik Revenue US$ 90 Juta. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menargetkan pendapatan pada tahun 2019 mencapai US$ 90 juta. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan batubara ini akan mengoptimalkan pabrik flotasi kedua miliknya. (Kontan)

BUMI Akan Bangun Kawasan Industri Senilai US$ 2,5 Miliar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah mengembangkan bisnis baru yang masih berkaitan dengan batubara. Perusahaan ini mencoba membangun kawasan industri kimia bernama PT Batuta Chemical Industrial Park di di Bengalon, Kalimantan Timur. (Kontan)

BUMI Bertekad Bayar Dividen Tahun 2023. Terganjal proses restrukturisasi utang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sampai saat ini belum bisa membagikan dividen. Manajemen perusahaan ini berjanji, setelah proses restrukturisasi selesai bisa segera membayar dividen. BUMI memberi acuan ketika pembayaran utang sudah mencapai 80%, emiten produsen batubara ini dapat segera membagikan dividen kepada pemegang saham. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top