Apple Rilis Laporan Kuartalan, Saham Langsung Naik

Apple merilis laporan kinerjanya selama kuartal liburan dan menyampaikan pandangan yang menunjukkan mulai stabilnya kinerja perusahaan setelah mengalami tekanan pada 2018.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  08:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Apple merilis laporan kinerjanya selama kuartal liburan dan menyampaikan pandangan yang menunjukkan mulai stabilnya kinerja perusahaan setelah mengalami tekanan pada 2018.

Kendati penjualan iPhone menurun, pendapatan dari bisnis lain, seperti layanan dan wearable device (perangkat teknologi yang dapat dikenakan di tubuh), tumbuh pada kuartal liburan tahun lalu dari tahun sebelumnya.

Pendapatan iPhone turun 15% pada kuartal tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi penjualan meningkat untuk kategori produk lainnya.

Pendapatan dari layanan Apple menanjak 19% menjadi US$10,9 miliar, penjualan Mac naik 8,7% menjadi US$7,4 miliar, dan pendapatan iPad meningkat 17% menjadi US$6,7 miliar.

Perusahaan, untuk pertama kalinya, juga menetapkan “wearable, home, and accessories” sebagai kategori produk dengan penjualan US$7,3 miliar atau mengalami lonjakan 33%.

“Meski kecewa karena meleset dari panduan pendapatan kami, kami mengelola Apple untuk jangka panjang, dan hasil kuartal ini menunjukkan bahwa kekuatan yang mendasari bisnis kami berjalan dalam dan luas,” ujar CEO Apple Tim Cook dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Bloomberg.

Menyusul laporan tersebut, saham Apple menguat lebih dari 5% dalam after-market trading pada Selasa (29/1/2019) waktu setempat, setelah ditutup di posisi US$154,68 di New York.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, ini juga mengatakan, pendapatan kuartal kedua tahun fiskal akan berkisar antara US$55 miliar dan US$59 miliar.

Selain itu, dalam laporannya pada Selasa, Apple mengungkapkan margin laba kotor divisi layanan untuk pertama kalinya, yakni sebesar 63%.

“Margin kotor layanan di atas 60% adalah sesuatu yang positif,” kata Shannon Cross, seorang analis di Cross Research LLC.

Raksasa teknologi ini telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilai pasarnya sejak Oktober 2018 akibat terbebani kekhawatiran tentang pasar smartphone yang melesu, meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China, serta perlambatan ekonomi di China.

Penjualan Apple turun 27% di Greater China dan kini menghasilkan sekitar 15% dari total pendapatan. Pada awal Januari, Tim Cook telah memperingatkan bahwa penjualan selama kuartal liburan akan meleset dari target.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apple

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top