Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Terkapar, Rupiah Makin Energik

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil berlanjut pada perdagangan hari kelima berturut-turut, Senin (28/1/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  19:15 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil berlanjut pada perdagangan hari kelima berturut-turut, Senin (28/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 21 poin atau 0,15% di level Rp14.072 per dolar AS, dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (25/1), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir dengan penguatan 77 poin atau 0,54% di level Rp14.093 per dolar AS, penguatan hari keempat berturut-turut.

Nilai tukar rupiah mulai melanjutkan apresiasinya terhadap dolar AS ketika dibuka menguat 58 poin atau 0,41% di level Rp14.035 per dolar AS pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp14.033 – Rp14.072 per dolar AS.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang di Asia juga menguat terhadap dolar AS, dipimpin ringgit Malaysia dan won Korea Selatan yang masing-masing terapresiasi 0,33% dan 0,3%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau lanjut melemah 0,026 poin atau 0,03% ke level 95,768 pada pukul 18.20 WIB.

Pergerakan indeks dolar AS sebelumnya dibuka turun tipis 0,006 poin atau 0,01% di level 95,788, setelah pada perdagangan Jumat (25/1) berakhir melemah 0,84% atau 0,807 poin di posisi 95,794.

Dilansir dari Bloomberg, baht Thailand memimpin penguatan dalam mata uang emerging market di Asia setelah dolar AS tergelincir melemah pada Jumat (25/1) dan investor menantikan perundingan perdagangan antara AS dan China pekan ini.

Wakil Perdana Menteri China Liu He direncanakan akan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer di Washington untuk mengadakan perundingan perdagangan yang berlangsung selama dua hari dimulai pada Rabu (30/1).

Kedua belah pihak bermaksud membangun diskusi yang berfokus pada banyak hal, mulai dari berapa banyak kedelai AS yang dibeli China hingga subsidi yang diberikan pemerintah China berikan kepada perusahaan-perusahaan milik negara.

Di sisi lain, penutupan sebagian pemerintah (government shutdown) yang telah berlangsung selama 35 hari berakhir untu sementara, setelah Presiden Donald Trump setuju untuk membuka kembali agen-agen federal yang ditutup meskipun tidak mendapatkan jaminan pendanaan untuk tembok perbatasan AS-Meksiko yang diusulkannya.

“Mata uang Asia mendapatkan keuntungan dari pelemahan dolar AS dan terbantukan oleh fakta bahwa pasar saham secara umum cenderung bertahan bullish,” kata Mingze Wu, pedagang valuta asing di INTL FCStone Global Payments, Singapura.

“Mata uang Asia juga memperoleh dukungan terhadap dolar AS saat pelaku pasar terus berpikir bahwa akan membutuhkan waktu hingga Maret bagi isu penutupan sebagian pemerintah AS untuk sepenuhnya diselesaikan,” lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top