Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Brexit Meredup, Pound Sterling Berpotensi Kian Menguat

Mata uang pound sterling (GBP) menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terhadap euro (EUR) pada hari Jumat dan level tertinggi tiga bulan terhadap dolar AS (USD) karena meningkatnya keyakinan bahwa Inggris dapat hindari kekacauan sewaktu keluar dari Uni Eropa atau Brexit
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 27 Januari 2019  |  12:44 WIB
Pound sterling.  - Reuters
Pound sterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Mata uang pound sterling (GBP) menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terhadap euro (EUR) pada hari Jumat dan level tertinggi tiga bulan terhadap dolar AS (USD) karena meningkatnya keyakinan bahwa Inggris dapat menghindari kekacauan sewaktu keluar dari Uni Eropa atau Brexit

Dalam publikasi risetnya, tim analis Monex Investndo Futures (MIFX) menuliskan, Surat kabar Inggris The Sun melaporkan bahwa Partai Democratic Unionist Irlandia (DUP) bersiap untuk kondisi mendukung rencana B Perdana Menteri Theresa May pada pekan depan.

Kepala analis pasar CMC Market Michael McCarthy mengatakan, jika laporan ini benar, sterling akan melanjutkan reli ke level 1,32 terhadap dolar AS. Bahkan, teknikal brekout ke 1,38 per dolar AS juga memungkinkan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (25/1/2019) waktu setempat, GBP naik 0,99% atau 0,013 poin menjadi 1,3196 per dolar AS. Dalam waktu yang sama, GBP terhadap EUR meningkat 0,13% menjadi 0,8642.

Sementara itu, indeks dolar AS terkoreksi 0,84% atau 0,8070 poin menjadi 95,7940. Harga menurun 0,39% sepanjang tahun berjalan.

Kesepakatan Brexit akan menghadapi debat dan voting di parlemen atau DPR pada 29 Januari 2019. Agar kesepakatan Perdana Menteri Inggris Theresa May perihal Brexit disetujui, dia perlu meyakinkan jauh lebih banyak daripada segelintir anggota parlemen DUP.

Rencananya sebelumnya ditolak oleh 432 voter dan hanya mendapatkan 202 suara di DPR pada awal bulan ini.

Dikutip dari Bloomberg, mata uang Inggris akan naik ke level 1,36 per dolar AS pada akhir 2019, menurut perkiraan median dalam survei Bloomberg. James Athey, senior investment management Aberdeen Standard Investments, bahkan bertaruh untuk keuntungan dalam jangka panjang.

Athey melihay, gejolak politik di Eropa dan level pound yang secara historis murah sebagai alasan untuk investor melakukan pembelian membeli. Dia mengatakan, GBP masih terlalu lemah terhadap EUR, dan telah melakukan sedikit penyesuaian pada ukuran posisi sejak 2016.

Kathrin Goretzki, ahli strategi di UniCredit SpA, menuturkan, meskipun selalu ada risiko kekecewaan dan beberapa koreksi setelah apresiasi pound tajam dari beberapa minggu terakhir, GBP akan terus melaju.

"Kami melihat ruang untuk apresiasi sterling lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang," paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pound sterling
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top