Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EXCL Perkuat Posisi di Luar Jawa, Analis: Saham Layak Koleksi

Emiten telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk. diperkirakan bakal menyalurkan lebih banyak belanja modal untuk memacu pertumbuhan di kawasan luar Jawa pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Januari 2019  |  14:05 WIB
Karyawan melakukan pengecekan pada salah satu mobile BTS yang berada di jalan tol Merak dalam rangka kerja sama XL Axiata dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan informasi mudik dalam format digital di Banten, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan melakukan pengecekan pada salah satu mobile BTS yang berada di jalan tol Merak dalam rangka kerja sama XL Axiata dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan informasi mudik dalam format digital di Banten, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk. diperkirakan bakal menyalurkan lebih banyak belanja modal untuk memacu pertumbuhan di kawasan luar Jawa pada tahun ini.

Analis Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dalam riset terbarunya memaparkan, sejauh ini sebanyak 70%—80% pendapatan emiten berkode saham EXCL tersebut masih berada di Jawa. Padahal, pangsa pasar di luar Jawa tampak sangat subur.

“Statistik dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan penetrasi internet lebih rendah di kawasan luar Jawa. EXCL tidak punya pilihan selain memacu ekspansi untuk menduduki peringkat pangsa pasar terbesar kedua,” tulis Niko, seperti dikutip dari risetnya, Minggu (20/1/2019),

Menurut Niko, EXCL dapat menyebarkan operasionalnya secara tipis (operations thin) tanpa khawatir dengan kompetitor. Pasalnya, seluruh risiko untuk sektor telekomunikasi pada saat ini masih sama.

Adapun, langkah awal yang diambil EXCL dengan menggunakan jaringan 3G secara konsisten dan kini menggunakan 4G BTS memperlihatkan perseroan dapat menangkap pangsa pasar data ke depannya.

“XL Axiata menjadi perusahaan berpusat data (data-centric) yang lebih cepat di kelompoknya, di mana 73% dari pendpapatan layanannya berasal dari data,” tulis Niko.

Trafik data EXCL yang -50% kurang dari trafik data milik Telkomsel dan pelanggan yang kurang dari 1/3 penggan Telkomsel justru mengindikasikan adanya eksposur yang kuat untuk menggaet populasi pengguna data (data savy).

Sebelumny,a, menurut catatan Bisnis, EXCL mulai memprioritaskan wlayah Sumatera sebagai lokasi penanaman modal pembangunan base transceiver station (BTS) baru. Pasalnya, sebanyak 80% dari pelanggan XL di sana merupakan pengguna data.

Group Head West Region XL Axiata Francky Rinaldo Pakpakan mengungkapkan kini terdapat 16% dari total pelanggan XL, atau sekitar 8,3 juta jiwa) berada di wilayah Sumatera. Dia juga mengaku, permintaan peanggan dan masyarakat Sumatera atas layanan XL juga bisa dikatakan cukup tinggi.

Hingga akhir Oktober 2018, XL telah mengoperasikan lebih dari 5.500 BTS 4G, dengan Sumatera Utara menjadi lokasi dengan BTS terbanyak, yaitu 1.400 BTS, dan Lampung sebanyak 800 BTS.

Danareksa Sekuritas pun menunjuk EXCL sebagai saham top pick dengan target harga Rp3.800. Pendapatan perseroan diperkirakan naik pada tahun ini sebesar 7,68% menjadi Rp24,79 triliun dari perkiraan pendapatan pada 2018 sebesar Rp23,02 triliun.

Sementara itu, pertumbuhan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA  perseran pada tahun ini diperkirakan menjadi 16%, dari perkiraan pada tahun lalu sebesar 2,4%.

Selanjutnya, laba bersih juga diperkirakan melonjak 4.808% menjadi Rp589 miliar dibandingkan dari posisi perkiraan tahun lalu sebesar Rp12 miliar.

Pada akhir perdagagan pekan lalu, saham EXCL terpantau melemah 0,43% menjadi Rp2.290. Secara year-to-date, EXCL tumbuh 15,66% dan kapitalisasi pasar Rp24,48 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham kinerja emiten excl
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top