Pasca-IPO, Estika Tata Tiara (BEEF) Optimalkan Pendanaan Dari Pasar Modal

PT Estika Tata Tiara Tbk. baru melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 376,86 juta saham dengan harga perdana saham Rp340 per saham, pada Kamis (10/1/2019). Pascaresmi melantai di bursa, emiten dengan kode saham BEEF ini akan mengoptimalkan pendanaan dari pasar modal untuk mendorong kinerja perusahaan. 
Azizah Nur Alfi | 10 Januari 2019 17:46 WIB
Direktur BEI Hasan Fawzi (kedua kanan) bersama Direktur Fithri (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk. Yustinus Sadmoko (kanan), Direktur Independen Frederik Wattimena (kiri) dan Direktur Juanita Gracianti Adoe (tengah) disela-sela pencatatan saham perdana, di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Estika Tata Tiara Tbk. baru melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 376,86 juta saham dengan harga perdana saham Rp340 per saham, pada Kamis (10/1/2019). Pascaresmi melantai di bursa, emiten dengan kode saham BEEF ini akan mengoptimalkan pendanaan dari pasar modal untuk mendorong kinerja perusahaan. 

Direktur Utama Estika Tata Tiara Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan bakal mencari dana-dana murah dengan memaksimalkan pendanaan dari pasar modal. Setelah IPO, perusahaan tidak menutup kemungkinan mencari pendanaan baru melalui skema pendanaan seperti penerbitan obligasi maupun MTN. 

"Semua rencana ada. Ada obligasi, MTN, tetapi masih rencana," katanya, Kamis (10/1/2019). 

Sebelum resmi IPO, perseroan mengandalkan pendanaan dari perbankan, selain leasing untuk pengadaaan mesin-mesin. Namun, pendanaan dari perbankan yang terbatas menghambat perseroan untuk melakukan ekspansi. 

Tahun ini, BEEF mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 miliar yang berasal dari dana hasil IPO, serta Rp45 miliar dari perbankan. Di samping itu, perusahaan telah memiliki komitmen dengan perusahaan leasing untuk pengadaan mesin-mesin. 

Perseroan memasang target penjualan sebesar Rp1,4 triliun pada tahun ini atau meningkat 55,5% dari perkiraan realisasi penjualan pada tahun lalu sekitar Rp900 miliar. Adapun, laba bersih pada tahun ini ditarget Rp80 miliar, meningkat sekitar tiga kali lipat dari perkiraan laba bersih tahun sebelumnya sekitar Rp20 miliar - Rp25 miliar. 

Senada, Direktur Independen Estika Tata Tiara Frederik Wattimena mengatakan, perseroan akan memaksimalkan akses pasar modal untuk pendanaan. Sebagai tahap awal, perlu dilakukan pemeringkatan perusahaan.  "Perkiraan kinerja tahun ini tumbuh 4 kali lipat. Perlu dana yang cukup banyak untuk menjaga pertumbuhan," katanya. 

Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas John Octavianus mengatakan, valuasi perusahaan pada saat IPO yakni Rp640 miliar dengan Price to Earning (PER) 8 kali. Adapun, investor berasal dari institusi dan ritel dengan komposisi seimbang. Investor institusi didominasi oleh Asset Management dan Dana Pensiun. 

"Kami hanya target investor dalam negeri. Komposisinya kami buat seimbang [antara institusi dan ritel] agar harga kinerja saham di pasar sekunder tetap terjaga dengan baik," katanya.

Tag : pasar modal, ipo, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top