Borneo Olah Sarana (BOSS) Bidik Pendapatan 2019 Tumbuh 50%

Emiten tambang batu bara PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. akan mulai menggarap konsesi tambang milik entitas anak perseroan yaitu PT Pratama Bersama yang memiliki luas area mencapai 4.210 hektare.
Dara Aziliya | 07 Januari 2019 18:34 WIB
Direktur Utama PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) Freddy Tedjasasmita (kedua kiri) memberikan penjelasan sesuai pencatatan perdana saham BOSS di Jakarta, Kamis (15/2). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang batu bara PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. akan mulai menggarap konsesi tambang milik entitas anak perseroan yaitu PT Pratama Bersama yang memiliki luas area mencapai 4.210 hektare.

Direktur Keuangan Borneo Olah Sarana Sukses Widodo Nurly Sumady menyampaikan bahwa dengan mengembangkan konsesi tambang tersebut, perseroan menargetkan dapat membukukan penambahan pendapatan minimal 50% dibandingkan dengan 2018.

“Dengan adanya kontrak pekerjaan jasa pertambangan tersebut, perseroan selaku induk perusahaan dari Pratama Bersama akan terus tumbh semakin besar baik dari sisi kapasitas produksi maupun revenue,” ungkap Widodo melalui keterangan resmi, Senin (7/1).

Widodo menyebut emiten dengan sandi BOSS tersebut akan terus agresif mengembangkan konsesi tambang yang dimiliki. Pada eksplorasi di konsesi milik Pratama Bersama, entitas anak BOSS tersebut akan menggandeng PT Putra Perkasa Abadi untuk pekerjaan jasa pertambangan.

Dari kontrak kerja sama yang ditandatangani keduanya pada 3 Januari 2018, perseroan menargetkan anak usaha tersebut dapat menambah produksi batu bara konsolidasi sebesar minimal 300.000 ton pada tahun ini. Besaran kontrak tersebut yaitu US$147 juta.

Area pertambangan dari Pratama Bersama tersebut terletak di Muara Pahu, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pratama Bersama memiliki formasi batu bara dengan nilai spesifikasi kalori tinggi tipe KAR 6400 Kcal per kilogram dengan sulfur dan abu rendah.

Perseroan sendiri memproduksi batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Dengan kualitas batu bara tersebut, produk perseroan diminati oleh pasar luar negeri seperti Jepang yang menyerap produk premium BOSS. Di dalam negeri, batu bara perseroan digunakan sebagai bahan pencampur batu bara berkalori rendah.

Tag : kinerja emiten, borneo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top