Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Depan, Media Nusantara Citra (MNCN) Fokus Bisnis Konten

PT Media Nusantara Citra Tbk. membidik peluang dari kebutuhan konten pada layanan streaming digital. Perseroan menjajaki kerja sama dengan sejumlah platform seperti Netflix, Iflix, dan Hooq.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  17:59 WIB
CEO PT Media Nusantara Citra Tbk David Fernando Audy (kedua kiri) bersama CFO Faisal Dharma Setiawan (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk. Hari Susanto (kedua kanan) dan Direktur Keuangan Herman Kusno (kanan) seusai RUPS di Jakarta, Selasa (26/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
CEO PT Media Nusantara Citra Tbk David Fernando Audy (kedua kiri) bersama CFO Faisal Dharma Setiawan (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk. Hari Susanto (kedua kanan) dan Direktur Keuangan Herman Kusno (kanan) seusai RUPS di Jakarta, Selasa (26/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Media Nusantara Citra Tbk. membidik peluang dari kebutuhan konten pada layanan streaming digital. Perseroan menjajaki kerja sama dengan sejumlah platform seperti Netflix, Iflix, dan Hooq.

Direktur Utama MNC David Fernando Audy menyampaikan,  perkembangan internet mendorong pertumbuhan platform penayangan video. Belasan platform yang beroperasi di Indonesia tersebut membutuhkan konten lokal.

“Kami melihat itu sebagai kesempatan. Selain monetisasi content library kami, kami ingin produksi konten untuk pihak ketiga di luar MNC. Perusahaan sudah membaca prospek ini sehingga kami sudah investasi besar pada 2016. Sekarang kapasitas kami sudah siap,” ungkap David di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

David menyampaikan emiten dengan sandi MNCN tersebut masih melangsungkan pembicaraan dengan beberapa penyedia platform untuk memproduksi original content. Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya merekrut pihak luar untuk memproduksi kontennya.

Menurutnya, potensi pendapatan dari platform penyedia layanan streaming tersebut cukup besar mengingat mereka membutuhkan konten lokal.

“Perusahaan seperti Netflix, Iflix, dan Hooq itu untuk sukses di negara manapun itu kuncinya adalah konten lokal. Film-film Hollywood tidak selalu sesuai dengan selera Indonesia. Kalau program drama, masyarakat Indonesia lebih gemar menonton acara lokal yang menggunakan bahasa Indonesia dan memiliki korelasi dengan budaya Indonesia,” ungkap David.

Stasiun televisi milik taipan Hary Tanoesoedibjo tersebut belum dapat memprediksi berapa banyak volume konten yang diproduksi pada tahun depan. Namun, perseroan membidik kontribusi pendapatan 5% dalam beberapa tahun ke depan dari bisnis konten.

Sementara itu, pada tahun depan perseroan membidik kenaikan pendapatan 5%—10%, dengan mengandalkan iklan dari perusahaan-perusahaan FMCG yang pada umumnya marak mengeluarkan produk baru saat masa Pilpres.

Menurut David, pemilihan legislatif tidak otomatis menaikkan volume iklan di stasiun TV. Saat ini, peserta caleg lebih melirik platform digital untuk memasang publikasi.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media nusantara citra kinerja emiten
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top