Harga Karet Naik Lebih dari 2%, Ini Sentimen Pendorongnya

Harga karet berakhir melonjak lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, Senin (3/12/2018), setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk memasuki periode ‘gencatan senjata’ dalam perang dagang mereka.
Renat Sofie Andriani | 03 Desember 2018 16:06 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berakhir melonjak lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, Senin  (3/12/2018), setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk memasuki periode ‘gencatan senjata’ dalam perang dagang mereka.

Kesepakatan yang terjalin antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut serta merta meredakan kekhawatiran bahwa tensi antara mereka dapat memperlambat pertumbuhan global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melonjak 2,42% atau 3,90 poin di level 164,90 yen per kg, penguatan hari keempat berturut-turut.

Harga karet mulai melanjutkan penguatannya saat dibuka dengan kenaikan 0,56% atau 0,90 poin di posisi 161,90 pagi tadi. Adapun pada perdagangan Jumat (30/11), harga karet berakhir menguat 1,83% atau 2,90 poin di 161 yen per kg.

“Penguatan pada bursa saham Asia mendorong minat investor sehingga mendorong pembelian komoditas yang digunakan untuk ban-ban,” kata Hideshi Matsunaga, seorang analis di Sunward Trading, seperti dikutip Bloomberg.

“Aksi beli pada karet juga ditopang lonjakan harga minyak yang mengangkat daya tarik karet alami sebagai alternatif produk-produk sintetik.”

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 hari ini terpantau melonjak 5,18% atau 2,64 poin ke level US$53,57 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 15.04 WIB.

Minyak WTI mulai rebound saat dibuka dengan kenaikan tajam 2,98% atau 1,52 poin di posisi 52,45, setelah berakhir melemah 1,01% atau 0,52 poin di level US$50,93 per barel pada perdagangan Jumat (30/11/2018).

Rebound harga minyak didukung persetujuan Rusia dan Arab Saudi untuk memperpanjang kesepakatan mereka dalam hal mengendalikan pasar minyak mentah serta sentimen pembatasan produksi minyak  di Alberta, provinsi penghasil minyak terbesar di Kanada.

Sejalan dengan karet Tocom, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 juga berakhir menguat 0,69% atau 75 poin di posisi 10.990 yuan per ton, kenaikan hari keempat beruntun.

Kendati demikian, penguatan harga karet di Shanghai dibatasi oleh kabar mengenai cuitan Presiden Donald Trump dalam akun Twitter-nya bahwa China telah setuju untuk “mengurangi dan menghapus” tarif pada mobil-mobil buatan Amerika yang diimpor.

Kabar ini meningkatkan kekhawatiran bahwa permintaan karet dari produsen-produsen ban China dapat menjadi lesu.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

3/12/2018

164,90

+2,42%

30/11/2018

161,00

+1,83%

29/11/2018

158,10

+0,38%

28/11/2018

157,50

+0,96%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top