Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor Menguat ke 14.408, Pelemahan Dolar AS Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.408 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (29/11/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 November 2018  |  11:20 WIB
Petugas memindahkan uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Petugas memindahkan uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.408 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (29/11/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.408 per dolar AS, menguat 127 poin atau 0,87% dari posisi Rp14.535 pada Rabu (28/11).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 190 poin atau 1,31% ke level Rp14.339 per dolar AS pada pukul 10.28 WIB.

Nilai tukar rupiah rebound dengan dibuka terapresiasi 64 poin atau 0,44% di level Rp14.465 per dolar AS setelah pada perdagangan Rabu (28/11) berakhir terdepresiasi 0,10% atau 14 poin di level Rp14.529 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.339-Rp14.465 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau turun tipis 0,013 poin atau 0,01% ke level 96,773 pada pukul 10.20 WIB.

Pergerakan indeks dolar AS sempat bergerak positif dengan dibuka naik tipis 0,063 poin atau 0,07% di level 96,849, setelah pada perdagangan Rabu (28/11) berakhir melemah 0,60% atau 0,583 poin di posisi 96,786.

Indeks dolar memperpanjang penurunannya setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan pernyataan yang terlihat sebagai sinyal bahwa siklus kenaikan suku bunga mendekati akhir.

Dalam pidato yang dianggap sebagai pergeseran dalam ke arah dovish dari pernyataan bulan lalu, Powell mengatakan pada Rabu bahwa serangkaian kenaikan suku bunga telah membawa kebijakan "persis di bawah" kisaran perkiraan netral, yang tidak memacu atau membatasi ekonomi.

Dia juga mencatat bahwa ekonomi belum merasakan dampak penuh dari kenaikan Fed Funds Rate.

“Komentar Powell dinilai terlalu hawkish pada Oktober, sampai batas tertentu komentarnya semalam telah menetralkan komentar sebelumnya,” kata Rodrigo Catril, pakar strategi mata uang senior di NAB, seperti dikutip Reuters.

“Pertanyaannya sekarang adalah seberapa banyak lagi pasar bisa melihat kondisi dovish dalam hal ekspektasi kenaikan suku bunga. Para investor kini memperhitungkan kenaikan suku bunga pada Desember dan hanya satu kenaikan suku bunga pada 2019,” tambah Catril.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

29 November14.408
28 November14.535
27 November14.504
26 November14.551
23 November14.552

Sumber: Bank Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top