Harga Karet Rebound, Ikuti Jejak Minyak Mentah

Harga karet berhasil rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), didorong rebound harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani | 22 November 2018 16:36 WIB
Buruh mengecek lembaran karet yang baru saja dicetak di pabrik pengolahan karet Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (PD CMJT), Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (19/9/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil rebound pada perdagangan hari ini, Kamis  (22/11/2018), didorong rebound harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menanjak 1,18% atau 1,80 poin di level 154,70 yen per kg.

Harga karet mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,98% atau 1,50 poin di posisi 154,40 pagi tadi.

Harga karet kontrak April 2019 rebound setelah tertekan di wilayah negatif selama lima hari beruntun sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (21/11), harga karet berakhir turun 0,46% atau 0,70 poin di 152,90 yen per kg.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 mengakhiri sesi perdagangan Rabu (21/11/2018) dengan melonjak 2,25% atau 1,20 poin di level US$54,63 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2019 berakhir naik 1,5% di level US$63,48 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Baik minyak WTI dan Brent masing-masing anjlok lebih dari 6% pada Selasa (20/11).

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Sejalan dengan karet Tocom, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 rebound dengan berakhir naik 0,37% atau 40 poin di posisi 10.775 yuan per ton.

Harga karet di Shanghai rebound setelah tertekan selama tiga hari berturut-turut sebelumnya. Meski demikian, rebound harga karet di Shanghai hari ini dibatasi kelebihan suplai dari sejumlah produsen utama.

“Terlepas dari rebound dalam harga minyak mentah global dan langkah beberapa wilayah karet di China menyetop penyadapan, kelebihan suplai dari sejumlah negara penghasil utama, khususnya Thailand, menekan harga karet,” ujar Zhang Weiwei, analis New Era Futures, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

22/11/2018

154,70

+1,18%

21/11/2018

152,90

-0,46%

20/11/2018

153,60

-1,22%

19/11/2018

155,50

-1,46%

16/11/2018

157,80

-0,06%

Sumber: Bloomberg                         

Tag : harga karet
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top