Saham Emiten Perbankan Sokong IHSG Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), mematahkan pelemahan selama dua hari berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2018  |  18:07 WIB
Saham Emiten Perbankan Sokong IHSG Rebound
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018), mematahkan pelemahan selama dua hari berturut-turut sebelumnya.

IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,72% atau 42,76 poin di level 5.990,81, setelah berakhir melemah 0,95% atau 57,24 poin di posisi 5.948,05 pada perdagangan Rabu (21/11).

Padahal, IHSG sempat melanjutkan pelemahannya dengan dibuka turun 0,19% atau 11,39 poin di level 5.936,66 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.936,66 – 5.997,64.

Dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 169 saham menguat, 227 saham melemah, dan 220 saham stagnan.

Enam dari sembilan sektor menetap di teritori positif, dipimpin properti (+1,49%) dan finansial (+1,35%). Tiga sektor lainnya menyerah di zona merah hari ini, dipimpin sektor tambang yang melemah 1,58%.

Pasar sepertinya merespons positif rencana Kementerian Keuangan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk hunian mewah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan menyelesaikan PMK untuk properti, terutama rumah apartemen, yang selama ini ada kendala karena PPNbM yang sangat tinggi.

"Kita juga akan menyelesaikan PMK untuk properti, terutama untuk rumah apartemen yang selama ini mendapatkan kendala karena ada PPNbM yang sangat tinggi dengan menaikkan tresholdnya (ambang batas) dari yang tadinya Rp20 miliar menjadi Rp30 miliar," kata Sri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).

Pada saat yang sama, sentimen domestik dari penerapan Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Tim riset PT Valbury Sekuritas Indonesia juga melihat Paket Kebijakan Ekonomi XVI dapat menarik modal asing dan investasi ke Indonesia dalam menghadapi situasi ekonomi global yang masih dalam tekanan dan perlambatan pada tahun 2019.

Saham emiten perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 3,50% dan 1,21% menjadi pendorong utama terhadap rebound IHSG hari ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut membukukan rebound dan berakhir terapresiasi 23 poin atau 0,16% di level Rp14.580 per dolar AS, setelah ditutup terdepresiasi 15 poin di posisi 14.603 per dolar AS pada Rabu (21/11).

Kembalinya aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing turut mendukung rebound IHSG pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp218,87 miliar.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 rebound dengan ditutup menanjak 1,15% atau 6,11 poin di level 540,09, setelah berakhir terkoreksi dua hari beruntun sebelumnya.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak variatif sore ini, di antaranya indeks PSEi Filipina (+0,04%), indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,01%), dan indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,09%), dan indeks SE Thailand (-0,80%).

Adapun indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir naik 0,81% dan 0,65%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 0,32%.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China ditutup turun 0,23% dan 0,37% masing-masing, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir naik 0,18%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia bergerak cenderung hati-hati pada perdagangan hari ini, saat bursa saham di China memperpanjang pelemahannya di tengah kekhawatiran investor mengenaik pertumbuhan global yang lebih lambat akibat kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan tensi perdagangan.

Kendati sejauh ini mampu membukukan kenaikan pada November setelah tiga bulan berturut-turut sebelumnya menurun, indeks MSCI tetap berada di jalur kinerja tahunan terburuknya sejak 2011.

“Investor masih berjaga-jaga tentang apakah mereka akan melihat level terendah lebih lanjut mengingat tidak ada isu yang benar-benar hilang dari koreksi yang dialami baru-baru ini,” ujar Shane Oliver, kepala strategi investasi di AMP, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+3,50

BBCA

+1,21

HMSP

+1,18

SMGR

+6,50

INKP

+5,46

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

CPIN

-3,21

PTBA

-2,99

INDY

-8,49

ADRO

-1,91

ABMM

-12,10

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top