Bos Nissan Carlos Ghosn Ditangkap, Saham IMAS Terdampak?

Dampak dari penangkapan Chairman Nissan Motor Co. Carlos Ghosn telah merembet ke Indonesia.
Renat Sofie Andriani | 22 November 2018 17:36 WIB
Dealer Nissan-Datsun keempat di Bekasi, dan ke-105 unit di Indonesia. - BISNIS.COM/Thomas Mola

Bisnis.com, JAKARTA – Dampak dari penangkapan Chairman Nissan Motor Co. Carlos Ghosn sepertinya telah merembet ke Indonesia.

Mengutip analisis RHB Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan Bloomberg, saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS), yang mendistribusikan mobil Nissan di Nusantara, membukukan penurunan lebih dari 7% dalam dua hari akibat terbebani ketidakpastian seputar aliansi otomotif global tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham IMAS terpantau berakhir melemah 2,91% atau 60 poin di level Rp2.000 per lembar saham pada perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018).

Saham IMAS melanjutkan pelemahannya pada hari kedua berturut-turut setelah ditutup melorot 4,19% atau 90 poin di level Rp2.060 per lembar saham pada Rabu (21/11).

Padahal, saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. masih mampu ditutup di zona hijau dengan penguatan hampir 10% atau 190 poin di level Rp2.150 per lembar saham pada perdagangan Senin (19/11).

Seperti diketahui, Carlos Ghosn ditangkap di Jepang pada Senin (19/11) karena dugaan penyelewengan keuangan yang mencakup manipulasi data penghasilan dan penyalahgunaan dana perusahaan.

Dalam suatu wawancara kepada Bloomberg Television pada April 2017, Ghosn mengatakan bahwa Nissan dan Mitsubishi Motors Corp. bertujuan untuk setidaknya menggandakan pangsa pasar mereka sebesar 7%-8% di Asia Tenggara.

Kedua pabrikan mobil asal Jepang itu telah mulai berbagi logistik di kawasan Asean dan Mitsubishi Motors dapat menggunakan platform MPV (multipurpose vehicle) produksinya untuk memasok produk-produk kepada Nissan di Indonesia tahun depan.

Dengan penangkapan Ghosn, investor serta merta mengkhawatirkan prospek Indomobil. Perkenalan model Nissan Grand Livina di Indonesia, berdasarkan Mitsubishi Xpander, bisa tertunda di tengah gejolak saat ini, menurut Andrey Wijaya, seorang analis di RHB Sekuritas Indonesia.

“Indomobil diharapkan akan menawarkan Grand Livina baru pada kuartal pertama dan investor telah memperkirakan model baru itu dapat meningkatkan penjualan di Indomobil,”  lanjut Andrey, seperti dilansir dari Bloomberg.

Lebih dari 80% pendapatan Indomobil tahun ini berasal dari bisnis otomotif. Indomobil juga mendistribusikan merek mobil lainnya termasuk Suzuki Motor Corp. dan mengendalikan setidaknya 11% pangsa pasar domestik, menurut data dari asosiasi industri otomotif Indonesia.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top