Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Mengkeret Lima Hari Beruntun

Pelemahan harga karet berlanjut pada perdagangan hari ini, Rabu (21/11/2018), akibat tertekan anjloknya harga minyak mentah global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 November 2018  |  15:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan harga karet berlanjut pada perdagangan hari ini, Rabu  (21/11/2018), akibat tertekan anjloknya harga minyak mentah global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 0,46% atau 0,70 poin di level 152,90 yen per kg.

Harga karet kontrak April 2019 memperpanjang penurunannya pada hari kelima beruntun setelah masih mampu berakhir menguat ke posisi 159,80 pada perdagangan Rabu (14/11).

Adapun pada perdagangan Selasa (20/11), harga bahan dasar pembuatan ban mobil ini ditutup melorot 1,22% di 153,60 yen per kg.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 mengakhiri sesi perdagangan Selasa (20/11/2018) dengan anjlok 6,59% atau 3,77 poin di level US$53,43 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2019 ditutup anjlok 6,38% atau 4,26 poin di level US$62,53 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

“Di sisi lain, pengumuman pemerintah Thailand mengenai rencana untuk mengambil langkah-langkah demi membantu petani karet akan sedikit membantu membalikkan persediaan yang berlebihan,” kata Guo Jinruo, analis Shanghai SHZQ Futures, seperti dikutip Bloomberg.

Pada Selasa (20/11), kabinet Thailand mengutarakan akan menyediakan 18 miliar baht (US$546 juta) untuk membantu produksi karet tahun ini.

Turut menekan harga karet, produksi kendaraan di China dilaporkan turun 10,3% y-o-y menjadi 2,3 juta unit pada Oktober. Melambatnya produksi berpotensi mengurangi permintaan karet di pasar otomotif tersebut.

Sejalan dengan karet Tocom, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 berakhir merosot 1,96% atau 215 poin di posisi 10.735 yuan per ton, penurunan pada hari ketiga berturut-turut.

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2019 di Tocom

TanggalHarga (Yen/Kg)Perubahan
21/11/2018152,90-0,46%
20/11/2018153,60-1,22%
19/11/2018155,50-1,46%
16/11/2018157,80-0,06%
15/11/2018157,90-1,19%

Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top