Harga Minyak Seret Bursa Saham Jepang Tambah Lunglai

Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (21/11/2018), seiring dengan pelemahan saham perusahaan yang berkaitan dengan energi akibat terbebani anjloknya harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani | 21 November 2018 15:25 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (21/11/2018), seiring dengan pelemahan saham perusahaan yang berkaitan dengan energi menyusul anjloknya harga minyak mentah.

Indeks Topix berakhir turun 0,60% atau 9,78 poin di level 1.615,89, setelah ditutup terkoreksi 0,73% atau 11,94 poin di posisi 1.625,67 pada Selasa (20/11).

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.106 saham pada indeks Topix, 592  saham di antaranya menguat, 1.429 saham melemah, dan 85 saham stagnan.

Saham Takeda Pharmaceutical Co. Ltd. dan Mitsubishi Corp. yang masing-masing turun 3,51% dan 2,34% menjadi penekan utama atas pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Seluruh kecuali dua dari 33 kelompok industri pada indeks Topix menurun, dipimpin perusahaan eksplorasi minyak setelah harga minyak mentah anjlok lebih dari 6% di New York dan London. Saham Mitsubishi Corp. berada di antara penekan terbesar terhadap Topix.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2019 mengakhiri sesi perdagangan Selasa (20/11/2018) dengan anjlok 6,59% atau 3,77 poin di level US$53,43 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2019 ditutup anjlok 6,38% atau 4,26 poin di level US$62,53 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Pada saat yang sama, bursa Jepang terbebani aksi jual yang melanda bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (20/11), saat saham peritel seperti Target dan Kohl meluncur menyusul kinerja dan proyeksi keuangan yang lesu.

“Investor tahu saham Jepang telah menjadi murah, tetapi mereka sulit membeli karena sentimen pasar masih lemah,” kata Hajime Sakai, kepala fund manager di Mito Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

“Saham Jepang mungkin tidak akan benar-benar rebound kecuali bursa saham AS berhenti melemah.”

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,35% atau 75,58 poin di level 21.507,54, setelah berakhir melorot 1,09% atau 238,04 poin di posisi 21.583,12 pada Selasa (20/11).

Sebanyak 55 saham menguat, 166 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. (-1,41%), Olympus Corp. (-8.69%), dan Dentsu Inc. (-3,49%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau kembali melemah 0,12 poin atau 0,11% ke level 112,89 yen per dolar AS pada pukul 14.55 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,19% atau 0,21 poin di posisi 112,77 pada Selasa (20/11).

               

Tag : bursa jepang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top