Gerakan Antipolusi China Bawa Harga Paladium Menjulang

Harga paladium menembus rekor tertinggi dan investor bertaruh bahwa pengetatan pasokan akan membawa sentimen bullish bagi pergerakan harga logam mulia itu.
Mutiara Nabila | 20 November 2018 19:23 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga paladium menembus rekor tertinggi dan investor bertaruh bahwa pengetatan pasokan akan membawa sentimen bullish bagi pergerakan harga logam mulia itu.

Logam yang digunakan dalam pembuatan alat pengendali polusi itu mengalami lonjakan lebih dari 9% sepanjang tahun ini, menjadi logam mulia dengan kinerja pergerakan harga terbaik dibandingkan dengan logam mulia lainnya.

Permintaan yang meluap berasal dari China, yang tengah menjalankan misi untuk mengendalikan dan mengurangi polusi. Standar polusi yang kian ketat membuat produsen kendaraan menggunakan catalytic converter berbahan paladium.

Produksi paladium yang menyusut bersama permintaan yang tinggi membuat sejumlah ahli prediksi pasar seperti dari Citigroup Inc. memproyeksikan akan adanya kenaikan harga lebih lanjut. Hedge fund juga bertaruh akan adanya reli panjang dan menjadi sentimen positif yang terus dipegang logam itu sejak Maret lalu.

Direktur Investasi di Aberdeen Standard Investment Maxwell Gold mengatakan bahwa dari segi fundamental, pasar paladium memiliki outlook yang sangat positif.

“Kami sudah mengalami defisit pasokan selama delapan tahun dan diperkirakan terus berlanjut. Pasokan menjadi masalah utama dalam pertambangan, ditambah lagi dengan jumlah cadangan yang ada juga terus menurun,” paparnya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/11/2018).

Paladium merupakan logam yang jumlah perdagangannya cukup tipis di pasar. Seperti platinum, produksinya sangat terbatas, tergantung kebutuhan, dengan Rusia dan Afrika Selatan bergabung memproduksi ¾ dari keseluruhan pasokan paladium dunia.

Sekitar 70% dari permintaan paladium datang dari industri otomotif. Penjualan mobil yang masih mengalami penguatan di sejumlah negara, membuat harga paladium menjulang ketika outlook perlambatan ekonomi global justru membuat harga logam lain tergelincir.

Pasokan juga terkendala oleh pengguna yang beralih ke produk exchange-trade dengan melakukan peminjaman material terlebih dahulu sesuai keperluan. Hal itu membuat kepemilikan ETF paladium berada di posisi terendah sejak 2009.

Adapun, berdasarkan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS, hedge fund juga menambah outlook bullish pada harga paladium. Pada pekan 13 November, money manager meningkatkan posisi jangka panjangnya, untuk dua pekan berturut-turut menjadi 12.837 kontrak berjangka dan opsi.

Pada perdagangan Selasa (20/11) harga paladium spot mengalami kenaikan 5,04 poin atau 0,43% menjadi US$1.170 per troy ounce dan mencatatkan kenaikan sepanjang 2018 berjalan hingga 10,02%. Adapun, harga paladium Comex tercatat melambung 9,90 poin atau 0,87% menjadi US$1.151,20 per troy ounce dan tercatat naik 8,50% secara year-to-date (ytd).

Secara historis, paladium umumnya lebih murah daripada platinum sehingga cocok dijadikan bahan alternatif pengganti platinum karena keduanya memiliki kandungan senyawa kimia yang serupa. Namun, reli kali ini membuat posisi harga kedua logam itu berbalik, dengan platinum justru kini yang menjadi alternatif bagi paladium.

Tag : komoditas, paladium
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top