Jakarta Islamic Index Berakhir Turun Hampir 1%

Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), berakhir tergelincir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 19 November 2018 18:26 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), berakhir tergelincir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, JII ditutup melemah 0,89% atau 6 poin di level 670,09, mematahkan reli penguatan yang mampu dibukukan empat hari beruntun sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (16/11), JII berakhir menguat 1,43% atau 9,56 poin di posisi 676,09.

Indeks syariah sempat memperpanjang penguatannya ketika dibuka naik 0,24% atau 1,65 poin di posisi 677,74. Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di level 666,60-677,83.

Sebanyak 10 saham menguat, 16 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 30 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,47% menjadi penekan utama terhadap koreksi JII, diikuti saham ASII (-0,58%), ADRO (-3,88%), dan UNTR (-1,15%).

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir tergelincir ke zona merah pada perdagangan hari ini.

IHSG ditutup terkoreksi 0,12% atau 7,05 poin di level 6.005,30, setelah berakhir menguat 0,95% atau 56,61 poin di posisi 6.012,35 pada Jumat (16/11).

Indeks tergelincir turun dari level penutupan tertingginya sejak 31 Agustus yang mampu dibukukan pada Jumat sekaligus mematahkan reli penguatan selama empat sesi perdagangan beruntun sebelumnya.

Padahal IHSG sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,27% atau 15,99 poin di level 6.028,34 pagi tadi, sebelum mulai berbalik ke zona merah menjelang akhir sesi I. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.974,13 – 6.036,99.

Dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 185 saham menguat, 188 saham melemah, dan 243 saham stagnan. Tujuh dari sembilan sektor menetap di teritori negatif, dipimpin infrastruktur (-1,43%) dan tambang (-1%).

Saham emiten infrastruktur yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,47% menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG hari ini, disusul saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang turun 5,46%.

Meski demikian sektor properti dan finansial mampu mengakhiri pergerakannya di wilayah positif, masing-masing dengan kenaikan 0,79% dan 0,70%, sekaligus membatasi besarnya koreksi yang dibukukan IHSG.

Sejumlah saham emiten perbankan yakni BBCA (+1,11%), BBRI (+0,86%), dan BBNI (+1,20%) menjadi penopang utama atas bertahannya IHSG di level 6.000 pada akhir perdagangan.

Saham-saham syariah yang menekan indeks JII hari ini:

Kode

(%)

TLKM

-2,47

ASII

-0,58

ADRO

-3,88

UNTR

-1,15

Saham-saham syariah yang mendorong indeks JII hari ini:

Kode

(%)

WSKT

+6,54

TPIA

+1,43

SMGR

+0,91

WIKA

+4,08

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, indeks syariah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top