Investor Profit Taking, Reli IHSG pun Terpatahkan Jelang Libur Nasional

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir tergelincir ke zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018), sebelum libur nasional.
Renat Sofie Andriani | 19 November 2018 17:47 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir tergelincir ke zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018), sebelum libur nasional.

IHSG ditutup terkoreksi 0,12% atau 7,05 poin di level 6.005,30, setelah berakhir menguat 0,95% atau 56,61 poin di posisi 6.012,35 pada Jumat (16/11).

Indeks tergelincir turun dari level penutupan tertingginya sejak 31 Agustus yang mampu dibukukan pada Jumat sekaligus mematahkan reli penguatan selama empat sesi perdagangan beruntun sebelumnya.

Padahal IHSG sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,27% atau 15,99 poin di level 6.028,34 pagi tadi, sebelum mulai berbalik ke zona merah menjelang akhir sesi I. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.974,13 – 6.036,99.

Menurut Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh aksi profit taking jangka pendek oleh investor.

“Indikator Stochastic bergerak positif membuka ruang penguatan lebih tinggi meskipun momentum sedikit menekan mendekati overbought karena pergerakan terakhir seakan pulled back resistance,” terangnya dalam riset. 

Dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 185 saham menguat, 188 saham melemah, dan 243 saham stagnan. Tujuh dari sembilan sektor menetap di teritori negatif, dipimpin infrastruktur (-1,43%) dan tambang (-1%).

Saham emiten infrastruktur yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,47% menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG hari ini, disusul saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang turun 5,46%.

Meski demikian sektor properti dan finansial mampu mengakhiri pergerakannya di wilayah positif, masing-masing dengan kenaikan 0,79% dan 0,70%, sekaligus membatasi besarnya koreksi yang dibukukan IHSG.

Sejumlah saham emiten perbankan yakni BBCA (+1,11%), BBRI (+0,86%), dan BBNI (+1,20%) pun menjadi penopang utama atas bertahannya IHSG di level 6.000 pada akhir perdagangan.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah berhasil memperpanjang apresiasinya terhadap dolar AS hari ini. Mata uang Garuda berakhir menguat 24 poin atau 0,16% di level Rp14.588 per dolar AS, penguatan hari kelima berturut-turut.

Turut membatasi koreksi IHSG, reli aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing berlanjut untuk hari keempat beruntun pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp601,36 miliar.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 juga tergelincir dari reli yang mampu dibukukan empat hari beruntun sebelumnya. Indeks Bisnis 27 ditutup terkoreksi 0,31% atau 1,70 poin di level 541,06, setelah berakhir menguat 1,26% di posisi 542,76 pada Jumat (16/11).

Di sisi lain, mayoritas indeks saham di Asia terpantau menghijau petang ini, di antaranya indeks PSEi Filipina (+2,64%), indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,25%), dan indeks SE Thailand (+0,02%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir naik 0,51% dan 0,65%. Indeks Kospi Korea Selatan ditutup naik 0,39%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masng menanjak 0,91% dan 1,13%.

Secara keseluruhan, bursa Asia mampu bangkit dari kelesuan yang dialami pada awal perdagangan hari ini dan naik 0,4% pada pukul 5.15 sore waktu Singapura.

Pergerakan bursa Asia sempat dipengaruhi ketegangan perdagangan yang kembali mencuat antara China-AS, setelah Wakil Presiden AS Mike Pence dalam pidatonya akhir pekan kemarin mengatakan tidak akan ada akhir bagi pengenaan tarif AS terhadap barang-barang China sampai Negeri Panda mengubah cara kerjanya.

Retorika yang dilancarkan Pence sempat menyurutkan ekspektasi membaiknya hubungan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut menjelang pertemuan pemimpin kedua negara yang akan digelar di sela-sela KTT G-20 bulan ini.

Namun, pada umumnya para pedagang mengesampngkan sentimen negatif tersebut, mengingat ketidakpastian tentang apa yang akan terlihat selanjutnya antara kedua negara.

“Ekspektasi kemungkinan perlu disesuaikan mengingat pertemuan itu dapat membawa sedikit hasil jika kedua negara tidak dapat mencapai kesepakatan pada sejumlah isu penting,” ujar Margaret Yang, analis pasar di CMC Markets Singapore Pte., seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

TLKM

-2,47

INKP

-5,46

HMSP

-0,58

ASII

-0,58

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+1,11

BBRI

+0,86

BBNI

+1,20

WSKT

+6,54

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top