Kenaikan Beban Penjualan Menggerus Laba Garuda Metalindo (BOLT)

PT Garuda Metalindo Tbk. mencatatkan penjualan senilai Rp875,84 miliar hingga September 2018, atau naik 13,6% year on year dari posisi Rp770,27 miliar. Walaupun penjualan meningkat, perseroan mencatatkan penurunan laba.
Novita Sari Simamora | 30 Oktober 2018 10:26 WIB
Direktur Utama PT Garuda Metalindo Tbk Ervin Wijaya (dari kanan) bersama Direktur Anthony Wijaya, dan Direktur Rudy Wijaya, mengamati produk suku cadang otomotif, di Jakarta (9/11). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA—PT Garuda Metalindo Tbk. mencatatkan penjualan senilai Rp875,84 miliar hingga September 2018, atau naik 13,6% year on year dari posisi Rp770,27 miliar. Walaupun penjualan meningkat, perseroan mencatatkan penurunan laba.

Dalam laporan keuangan September 2018 yang dirilis pada Selasa (30/10/2018), emiten berkode saham BOLT itu memiliki tiga segmen yang menopang penjualan yang terdiri atas industri Rp401,92 miliar, suku cadang motor Rp398,38 miliar dan suku cadang mobil Rp75,54 miliar.

Adapun penjualan segmen industri naik 22% year on year, lalu penjualan suku cadang motor dan mobil masing-masing naik 6,18% dan 14,35%.

Di sisi lain, beban pokok penjualan emiten bersandi saham BOLT meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan.

Nilai beban pokok penjualan emiten mencapai Rp701,36 miliar hingga September 2018, naik 21,52% year on year dari posisi Rp577,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. BOLT juga mencatatkan kerugian akibat selisih kurs dengan nilai Rp7,56 miliar.

Dengan demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp61,32 miliar, turun 25,67% dari posisi Rp82,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham BOLT turun 5,58% menuju level Rp930 per saham.

Tag : kinerja emiten, PT Garuda Metalindo Tbk.
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top