Kenaikan Produksi Pacu Saham BWPT

Kenaikan hasil produksi perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk turut memacu kinerja saham perusahaan yang hari ini ditutup menguat lebih dari 6% ke posisi Rp202.
Purnama Syukri Hadi | 18 Oktober 2018 19:43 WIB
Direktur Utama PT Eagle High Plantations Tbk Nicolaas B Tirtadinata (tengah) berpose dengan direktur lainnya, selepas RUPS, di Jakarta, Kamis (31/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA—Kenaikan hasil produksi perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk turut memacu kinerja saham perusahaan yang hari ini ditutup menguat lebih dari 6% ke posisi Rp202.

Emiten berkode BWPT ini memperlihatkan performa saham positif dengan penguatan 10,38% sepanjang tahun berjalan. Capaian tersebut menjadikan saham BWPT outperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 8,03% (year to date). Sementara itu, IHSG mengakhiri perdagangan hari ini berada pada zona merah sebesar 23,38 poin atau 0,40% ke level 5.845,24.

 Pada kuartal III/2018, hasil Tandan Buah Segar perusahaan naik 26,33% mencapai 569,026 ton dari 450.409 ton pada kuartal sebelumnya. Perusahaan juga berhasil meningkatkan produksi CPO hingga 237.148 ton pada bulan Agustus. Menurunnya curah hujan memberikan dampak pada hasil TBS dan CPO perusahaan.

Perusahaan juga telah mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit di Papua dengan kapasitas 45 ton per jam. Beroperasinya pabrik baru tersebut berpotensi meningkatkan produksi CPO perusahaan.

Pada bulan lalu, Eagle High Plantations dan anak usaha ,PT Bumi Langgeng Perdanatrada, mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dari Kementerian Pertanian. ISPO merupakan suatu standar pengelolaan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan. Selain itu, kebijakan pemerintah mengenai penggunaan B20 (Biodiesel 20) pada awal September diharapkan memberikan dampak positif bagi perusahaan sawit ke depan termasuk BWPT.

Secara teknikal, harga saham BWPT berada pada posisi netral berdasarkan pada indikator Relative Strength Index (RSI). Kurva saham BWPT cenderung naik terlihat dari indikator MA50 yang memotong kurva MA 100.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, pt eagle high plantation tbk. (BWPT)

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top