Kenaikan Laba Dorong Kinerja Saham BALI

Kinerja keuangan PT Bali Towerindo Sentra Tbk yang membaik kian menopang pergerakan harga saham perusahaan yang hari ini ditutup menguat 15 poin atau 0,88% menjadi Rp1.715.
Purnama Syukri Hadi | 16 Oktober 2018 19:47 WIB
Aktivitas karyawan tampak di salah satu lini usaha PT Bali Towerindo Sentra Tbk - balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Kinerja keuangan PT Bali Towerindo Sentra Tbk yang membaik kian menopang pergerakan harga saham perusahaan yang hari ini ditutup menguat 15 poin atau 0,88% menjadi Rp1.715.

Pergerakan saham perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada 13 Maret 2014 ini sepanjang tahun berjalan menunjukkan penguatan sebesar 12,09% dari penutupan akhir 2017 yang berada pada Rp1.530.

Kinerja tersebut menjadikan saham BALI outperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memperlihatkan pelemahan 8,73% (year to date). Meskipun demikian, IHSG pada hari ini ditutup pada zona hijau  dengan penguatan 1,28% ke level 5.800,82.

Dalam data laporan keuangan kuartal III/2018 yang dirilis awal pekan ini, emiten berkode BALI itu membukukan kenaikan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp328,47 miliar. Angka tersebut menguat 41,7% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 mencapai Rp231,80 miliar.

Kenaikan ini didorong terutama oleh naiknya pendapatan transmisi dan pendapatan dari penyewaan Micro Cell Pole yang juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Serta kenaikan pendapatan tersebut didongkrak oleh pembangunan menara baru sebesar 33%.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi ini juga mencatatkan pertumbuhan laba. Laba perusahaan melonjak 77,9% menjadi Rp43,81 miliar pada September 2018.  Akan tetapi, beban pokok penjualan dan pendapatan perusahaan menunjukkan peningkatan 50% menjadi Rp129,172 miliar.

Hingga Juni 2018, perusahaan telah membangun 400 menara baru dengan target 1.000 menara baru pada tahun ini. Hal tersebut menjadikan jumlah total menara yang dimiliki BALI sebanyak 1.625. Selain itu, pada tahun ini BALI akan lebih ekspansif pada capaian fiber optic dengan menargetkan 100.000 home pass.

Pada 17 Oktober 2018 perusahaan akan meresmikan data center yang berlokasi di ring 1 Jalan Batu Ceper Jakarta Pusat. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

Secara teknikal, harga saham BALI sudah berada pada posisi overbought (jenuh beli) yang ditunjukkan pada indikator RSI dan indikator MACD juga menunjukkan harga saham BALI masih berada pada momentum yang positif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, bali towerindo sentra

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top