Bursa Asia Menguat, IHSG Naik 1% Pada Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 1% pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (19/9/2018), di tengah penguatan bursa Asia.
Renat Sofie Andriani | 19 September 2018 13:09 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 1% pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (19/9/2018), di tengah penguatan bursa Asia.

IHSG menguat 0,99% atau 57,72 poin ke level 5.869,51 pada akhir sesi I, setelah rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,41% atau 24 poin di level 5.835,79 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.835,79 – 5.876,01. Adapun pada perdagangan Selasa (18/9), IHSG berakhir melemah 0,21% atau 12,47 poin di posisi 5.811,79.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 232 saham menguat, 129 saham melemah, dan 241 saham stagnan dari 602 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di teritori positif dengan support utama sektor aneka industri (+2,14%) dan konsumer (+1,77%). Adapun sektor pertanian turun 0,20%.

IHSG mampu rebound dan menguat bahkan ketika nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi. Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 37 poin atau 0,25% ke level Rp14.892 per dolar AS pada pukul 11.47 WIB, setelah mampu berakhir terapresiasi 25 poin di level Rp14.855 per dolar AS pada Selasa (18/9).

Indeks saham lain di Asia Tenggara mayoritas ikut menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,95%), indeks SE Thailand (+0,89%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,54%).

Adapun indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 1,52% dan 1,33%. Indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,06%, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,40%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing menguat 1,20% dan 1,45% pada pukul 12.20 WIB.

Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, menguat 0,95%, saat ekspektasi bahwa pemerintah China akan melancarkan stimulus demi menghadapi pukulan ekonomi dari perang dagangnya dengan Amerika Serikat (AS) telah membantu penguatan bursa saham China.

Ekonom Bank of America Merrill Lynch menjelaskan China kemungkinan akan meningkatkan pelonggaran kebijakan demi menghadapi efek negatif dari pengenaan tarif yang lebih tinggi oleh AS.

“Menurut kami, pelonggaran fiskal dan moneter kemungkinan akan diluncurkan untuk mendorong permintaan domestik dan menstabilkan sentimen pasar finansial,” tulis mereka dalam risetnya, dikutip dari Reuters.

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top