Produsen Kopi Dunia Akan Ajak Nestle & Starbucks Bahas Harga

Produsen kopi global berencana melakukan pertemuan dengan perusahaan konsumen besar seperti Nestle, Jacob Douwe Egberts, dan Starbucks untuk menemukan cara menaikkan harga karena saat ini berada pada posisi terbawah selama 12 tahun.
Mutiara Nabila | 18 September 2018 16:23 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen kopi global berencana melakukan pertemuan dengan perusahaan konsumen besar seperti Nestle, Jacob Douwe Egberts, dan Starbucks untuk menemukan cara menaikkan harga karena saat ini berada pada posisi terbawah selama 12 tahun.

Forum Produsen Kopi Dunia, yang anggotanya memproduksi 85% dari keseluruhan produksi global, menggelar konferensi pers pada Senin (17/9) setelah melakukan pertemuan untuk mendiskusikan kemerosotan harga kopi.

Chief Executive Officer (CEO) Colombian Coffee Growers Federation Roberto Velez mengatakan bahwa saat ini menjadi momen yang menyedihkan bagi 25 juta petani kopi di seluruh dunia. Krisis harga kopi saat ini di luar bayangan mereka.

“Kami ingin industri dan konsumen [Nestle, Jacob Douwe Egberts, dan Starbucks] menyadari bahwa situasi ini tidak boleh terus berlanjut jika kita mau industri kopi selamat,” ujar Velez, dilansir dari Reuters, Selasa (18/9/2018).

Pada perdagangan Selasa (18/9) harga kopi di Intercontinental Exchange (ICE) mencatatkan penurunan 2,41 poin atau 2,40% menjadi US$97,30 sen per pon. Harga tersebut melanjutkan penurunan pada perdagangan Senin (17/9) dan menjadi yang terendah sejak Juli 2006.

Pasar kopi terus tertekan oleh panen kopi Brasil yang membeludak pada tahun ini, bersamaan dengan spekulator yang membuat taruhan bearish pada pasar berjangka kopi arabika sehingga membuat harga kopi kian tertekan.

Tag : komoditas, kopi
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top