Gejolak Harga CPO Tekan Saham AALI

Pergerakan harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk masih berpotensi menguat terbatas meskipun pada penutupan hari ini (3/09) melemah 100 poin atau 0,74% ke level Rp13.400 dari hari sebelumnya Rp13.500.
Dyah Ayu Kartika | 03 September 2018 20:06 WIB
Astra Agro Lestari - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk masih berpotensi menguat terbatas meskipun pada penutupan hari ini (3/09) melemah 100 poin atau 0,74% ke level Rp13.400 dari hari sebelumnya Rp13.500.

Penurunan harga saham AALI ini diikuti oleh sektor pertanian yang juga ditutup turun 7,9 poin ke level Rp1.637 dari hari sebelumnya dan sepanjang tahun berjalan sektor pertanian masih menunjukkan kinerja positif yang tumbuh 1,2%.

Pada semester I/2018, harga CPO terkoreksi mencapai 6,4%. Meskipun harga minyak sawit sedang berada dalam tren penurunan sepanjang tahun ini, saham AALI masih diminati lantaran periode Juni 2018 perseroan mampu menorehkan kenaikan pendapatan 5,56% menjadi Rp9,02 triliun dari periode yang sama tahun 2017.

Perseroan mampu mengimbangi gejolak harga CPO dengan mendorong volume produksi CPO yang tercatat tumbuh 14% pada semester I/2018 sebesar 868.000 ton. Selain volume produksi, volume penjualan produk CPO dan turunannya juga naik 19% menjadi 159.000 ton.

Sementara itu, harga jual rata-rata CPO pada semester I/2018 turun 7,5% dari Rp8.536/kg menjadi Rp7.893/kg. Harga jual rata-rata kernel pun turun 17,3% dari Rp7.581/kg menjadi Rp6.267/kg dan harga rata-rata olein juga turun 5,7% dari Rp8.695/kg menjadi Rp8.202/kg. Kondisi ini menyebabkan laba bersih AALI turun 24,9% (yoy) menjadi Rp784 miliar di semester I/2018.

Kebijakan dalam negeri yaitu program perluasan penggunaan biodiesel sebesar 20% untuk campuran bahan bakar diesel (B20) bagi semua kendaraan per 1 September 2018 digadang-gadang mampu menjadi sentimen positif bagi pasar CPO Indonesia dan mendongkrak harga CPO dalam negeri.

Secara teknikal, harga saham AALI ditutup di atas MA 200 dan masih memiliki ruang untuk bergerak menguat meskipun sangat sempit dan dari sisi Indikator Relative Strength Index  menunjukkan angka 61,27 yang mendekati area overbought.

Sumber: Bloomberg

*) Dyah Ayu Kartika, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, harga cpo
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top