KINERJA SEMESTER I/2018: Laba Perusahaan Gas Negara (PGAS) Naik 191,8% 

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 191,8% pada semester I/2018 secara tahunan.
Riendy Astria | 21 Agustus 2018 16:56 WIB
Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI Loeke Larasati Agoestina (kiri) berpose dengan Dirut PT Perusahaan Gas Negara Tbk., Jobi Triananda Hasjim di sela-sela penandatanganan kerja sama, di Jakarta, Kamis (5/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 191,8% pada semester I/2018 secara tahunan.
Sepanjang semester I/2018, perseroan mencatat pendapatan senilai US$1,62 miliar atau tumbuh 14,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$1,41 miliar. Adapun, laba bersih perseroan tercatat US$145,94 juta atau melesat hingga 191,8% dibandingkan dengan semester I/2017 senilai US$50 juta. 
Kontribusi terbesar bagi pendapatan dan laba bersih PGN selama paruh pertama tahun ini berasal dari pendapatan distribusi gas bumi sebesar US$1,27miliar dan penjualan minyak dan gas (migas) US$308 juta. Pada semester I/2017, pendapatan dari distribusi gas bumi senilai US$1,16 miliar, sedangkan dari penjualan migas senilai US$212 juta.
“Tahun ini penuh tantangan bagi PGN, terutama akibat dampak dari masih melambatnya perekonomian global. Kami juga bekerja keras untuk mensukseskan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha PGN,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, melalui keterangan resmi, Selasa (21/8).
Sampai akhir Juni 2018, volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk di dalamnya anak usaha PT Gagas Energi Indonesia ke pelanggan mencapai sebanyak 835,56 BBTUD, naik 11,55% dibandingkan dengan realisasi semester pertama tahun lalu sebanyak 749,02 BBTUD.
Sementara itu, volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT Kalimantan Jawa Gas total sebanyak 727,4 BBTUD, naik sedikit dibandingkan dengan volume penyaluran gas semester I/2017 sebesar 723,9 BBTUD.
Seluruh energi baik tersebut disalurkan oleh PGN dan anak-anak usaha yaitu PT Kalimantan Jawa Gas, PT Transportasi Gas Indonesia, dan PT Gagas Energi Indonesia ke berbagai segmen pelanggan. Mulai dari industri besar dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan pelanggan rumah tangga. 
"Jumlah pelanggan PGN bertambah signifikan. Sampai akhir semester I/2018, total pengguna gas bumi kami sebanyak 203.151 pelanggan. Naik 16,96% dibandingkan dengan total pelanggan pada semester I/2017 sebanyak 173.681 pelanggan," kata Rachmat.
Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua. 
Komitmen Investasi
Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.
PGN akan tetap agresif membangun infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Selama semester I/2018, perusahaan yang dipimpin Jobi Triananda Hasjim mampu menyelesaikan pembangunan pipa sepanjang lebih dari 87 km sehingga panjang pipa yang dikelola PGN berjumlah 7.540 km.
Selain itu, jika jaringan pipa PGN ditambah dengan pipa Pertagas sepanjang 2.223 km, maka secara total panjang pipa PGN mencapai 9.763 km atau setara dengan 96% pipa gas bumi hilir nasional.
Selama semester I/2018, PGN juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek dengan tepat waktu seperti penyaluran gas pembangkit listrik Muara Karang, pengembangan jaringan pipa distribusi ke wilayah Karawang, dan pemasangan infrastruktur gas customer attachment di seluruh wilayah kerjanya, serta menyelesaikan pembangunan jaringan pipa distribusi Duri-Dumai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pgn

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top