IHSG Patahkan Reli, Saham TLKM & ADRO Beri Andil

Saham TLKM menjadi penekan utama atas patahnya reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekaligus mendorong indeks kembali menghuni level 5.900 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (31/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 31 Juli 2018 17:56 WIB
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Saham TLKM menjadi penekan utama atas patahnya reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekaligus mendorong indeks kembali menghuni level 5.900 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (31/7/2018).

IHSG ditutup melorot 1,52% atau 91,49 poin di level 5.936,44, setelah tergelincir ke zona merah saat dibuka turun 0,25% atau 15,01 poin di level 6.012,93 pagi tadi.

Padahal, IHSG mampu memperpanjang relinya selama tujuh hari perdagangan berturut-turut ketika ditutup menguat 0,65% atau 38,80 poin di level 6.027,94 pada perdagangan Senin (30/7), level penutupan tertinggi dalam sekitar tujuh pekan terakhir.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 5.910,08 – 6.013,86. Dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 129 saham menguat, 270 saham melemah, dan 198 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur (-4,82%) dan tambang (-2,72%). Satu-satunya sektor yang mempu menetap di zona hijau adalah aneka industri yang naik 0,30%.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang turun 8,70% menjadi penekan terbesar terhadap sektor infrastruktur dan IHSG. Saham TLKM melemah setelah melaporkan penurunan laba bersih selama semester I/2018.

Seperti diberitakan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp8,7 triliun selama semester I/2018 atau turun 27% dibandingkan laba bersih perseroan pada periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai Rp12,1 triliun.

Selain penurunan laba bersih, pendapatan emiten telekomunikasi pelat merah tersebut pun relatif stagnan. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp64,37 triliun selama semester I/2018, naik tipis 0,5% dibandingkan pendapatan semester I/2017 yang mencapai Rp64,02 triliun.

Saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang turun 8,85% juga menjadi penekan terbesar terhadap pelemahan IHSG berikut sektor tambang hari ini.

Saham ADRO dan beberapa saham perusahaan tambang melemah setelah pemerintah menyatakan belum akan mengubah kebijakan domestic market obligation (DMO) batu bara.

Padahal, kinerja perusahaan tambang batu bara di Indonesia menguat pada Senin (30/7) setelah pemerintah dikabarkan berencana menghapus kebijakan DMO demi mengerek kinerja ekspor Indonesia.

“Presiden Joko Widodo telah memutuskan bahwa domestic market obligation tidak berubah dan pemerintah akan tetap mematok harga batu bara untuk pasar domestik sebesar US$70 per ton,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dikutip Bloomberg.

Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1395 K/30/MEM/2018, harga jual batu bara untuk PLTU dalam negeri ditetapkan senilai US$70 per ton untuk kalori acuan 6.322 kkal/kg GAR atau menggunakan HBA.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 tergelincir ke zona merah dan berakhir merosot 1,89% atau 9,90 poin di level 514,73, setelah mampu ditutup menguat 0,59% di posisi 524,63 pada Senin (30/7). Pelemahan saham TLKM dan ADRO juga menjadi penekan utamanya.

IHSG mencatatkan penurunan yang cukup dalam saat beberapa indeks saham di Asia Tenggara bergerak variatif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,60%, indeks PSEi Filipina turun 1,30%, indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,79%, dan indeks SE Thailand naik tipis 0,07%.

Di Jepang, indeks Topix berakhir melemah 0,84% dan Nikkei 225 naik 0,04%. Indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,08%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing ditutup naik 0,26% dan 0,07%.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TLKM

-8,70

HMSP

-2,54

UNVR

-1,93

ADRO

-8,85

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BDMN

+5,20

FREN

+18,12

BYAN

+3,95

TKIM

+5,45

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top