Saham Heineken Anjlok, Bursa Eropa Tergelincir

Bursa saham Eropa tergelincir dari level tertingginya dalam enam pekan pada perdagangan Senin (30/7/2018), terbebani kinerja saham industri dan teknologi serta laporan keuangan yang mengecewakan, termasuk dari produsen bir Heineken.
Renat Sofie Andriani | 31 Juli 2018 06:26 WIB
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa tergelincir dari level tertingginya dalam enam pekan pada perdagangan Senin (30/7/2018), terbebani kinerja saham industri dan teknologi serta laporan keuangan yang mengecewakan, termasuk dari produsen bir Heineken.

Pergerakan indeks saham acuan kawasan Eropa, Stoxx 600, berakhir turun 0,3%, sedangkan indeks DAX Jerman turun 0,5%. Kinerja bursa Eropa juga terseret pelemahan pada Wall Street yang mendorong para pedagang menghindari aset berisiko hingga penutupan.

Saham Heineken turun 6,5% setelah produsen bir terbesar kedua di dunia ini melaporkan laba semester pertama yang lebih lemah dari yang diharapkan serta memangkas panduan margin full year.

“EPS [earnings per share] Heineken pada paruh pertama meleset dari ekspektasi karena konsolidasi Kirin Brasil, efek mata uang yang merugikan dan biaya input yang lebih tinggi,” kata analis Liberum dalam risetnya, dikutip Reuters.

Sementara itu, saham Air Liquide Prancis pada indeks CAC 40 turun 2,5% setelah pendapatan operasional semester pertamanya terbukti mengecewakan.

Saham lain yang terbebani laba adalah Siemens Healthineers, yang turun 2%, setelah produsen perlengkapan medis terbesar di dunia ini melaporkan kemerosotan sebesar 10% dalam laba bersih, didorong turun oleh penguatan dolar AS.

Induk perusahaannya, Siemens, juga turun 0,4% sekaligus menjadi salah satu penekan terbesar di antara saham industri.

Namun, beberapa perusahaan memberikan hasil positif, termasuk kelompok industri mesin Jerman GEA, yang naik 4,5% ke level tertinggi tiga bulan setelah merilis laporannya.

"Angka-angka kuartal kedua GEA Group dicirikan oleh asupan pesanan yang ebih baik daripada (perkiraan), menghapus sebagian kemerosotan pada kuartal I/2018, pertumbuhan penjualan yang solid, dan pendapatan operasional yang melebihi level pada kuartal II/2017 dan ekspektasi,” jelas analis Baader Helvea.

Adapun saham pembuat buku asal Inggris GVC, yang memiliki merek Ladbrokes dan Coral, naik 5,4% ke rekor tertingginya setelah mengumumkan kesepakatan usaha patungan dengan MGM Resorts untuk membuat platform online di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top