Dolar AS & Euro Resah Jelang Tatap Muka Trump-Juncker

Indeks dolar AS bergerak tipis di kisaran sempit pada perdagangan siang ini, Rabu (25/7/2018), menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.
Renat Sofie Andriani | 25 Juli 2018 12:40 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS bergerak tipis pada perdagangan siang ini, Rabu (25/7/2018), menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia naik tipis 0,04% atau 0,035 poin ke level 94,648 pada pukul 11.39 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,025 poin atau 0,03% di level 94,588, setelah pada perdagangan Selasa (24/7) berakhir terkoreksi 0,02% atau 0,019 poin di posisi 94,613.

Sementara itu, nilai tukar euro terpantau lanjut turun 0,06% ke level US$1,680 pada pukul 11.50 WIB, setelah berakhir turun tipis 0,04% di posisi US$1,1687 pada perdagangan Selasa.

Dilansir Reuters, kekhawatiran seputar perang dagang dengan Amerika Serikat membuat euro terjebak dalam kisaran sempit ketika Juncker berkunjung ke Washington pada hari ini waktu setempat untuk mendiskusikan masalah perdagangan dengan Trump.

Diskusi tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif pada baja dan aluminium Uni Eropa. Trump juga mengancam untuk memperluas langkah-langkah tersebut terhadap mobil-mobil buatan UE.

“Jika ada eskalasi lebih lanjut dari masalah perdagangan, hal itu berpotensi merugikan sentimen aset berisiko serta memberikan tekanan pada dolar AS terhadap yen,” kata Shinichiro Kadota, senior FX & rates strategist di Barclays, seperti dikutip Reuters.

Pelaku pasar juga menantikan pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (26/7) demi mendapatkan petunjuk arah kebijakannya.

Pada pertemuan yang digelar bulan lalu, ECB mengisyaratkan suku bunga yang tetap hingga musim panas 2019 serta mengumumkan rencana untuk mengakhiri program pembelian obligasi pada Desember.

Daya tarik aset berisiko pada umumnya tetap kuat, didukung solidnya laporan keuangan korporasi AS serta harapan bahwa pemerintah China akan mendorong dukungan fiskal untuk perekonomiannya.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

25/7/2018

(Pk. 11.39 WIB)

94,648

(+0,04%)

24/7/2018

94,613

(-0,02%)

23/7/2018

94,632

(+0,17%)

20/7/2018                 

94,476

(-0,72%)

19/7/2018

95,164

(+0,08%)

 

 

 

 

 

 

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top