Kurs Tengah Melemah 87 Poin, Rupiah Terlemah di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (24/7/2018) di Rp14.541 per dolar AS, melemah 87 poin atau 0,60% dari posisi Rp14.454 pada Senin (23/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 Juli 2018 12:09 WIB
Ilustrasi: Seorang karyawan bank tengah merapikan uang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (24/7/2018) di Rp14.541 per dolar AS, melemah 87 poin atau 0,60% dari posisi Rp14.454 pada Senin (23/7/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.614 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.468 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp146.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau melemah 66 poin atau 0,46% ke level Rp14.548 per dolar AS pada pukul 10.24 WIB, setelah dibuka melemah 64 poin atau 0,44% di level Rp14.546 per dolar AS.

Padahal, mata uang Garuda mampu rebound mengakhiri pelemahan selama beberapa hari saat ditutup terapresiasi 13 poin atau 0,09% di level 14.482 per dolar AS pada perdagangan Senin (23/7/2018).

Sepanjang perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.546-Rp14.562.

Rupiah memimpin pelemahan di antara mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS siang ini. Mengekor pelemahan rupiah adalah yuan offshore China dan won Korea Selatan yang masing-masing terdepresiasi 0,34% dan 0,26%.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,04% atau 0,034 poin ke level 94,666 pada pukul 11.07 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka naik tipis 0,036 poin atau 0,04% di level 94,668, setelah pada perdagangan Senin (23/7) berakhir naik 0,17% atau 0,156 poin di posisi 94,632.

Dilansir Bloomberg, mata uang Asia melemah setelah China mengungkapkan lebih banyak langkah-langkah pelonggaran moneter. Pada saat yang sama, lonjakan imbal hasil obligasi AS pada Senin (23/7) mendukung kenaikan dolar AS sekaligus membebani obligasi regional.

China mengungkapkan paket target kebijakan, mulai dari pemotongan pajak yang ditujukan untuk mendorong penelitian hingga obligasi khusus untuk investasi infrastruktur, demi meningkatkan permintaan domestik saat isu perdagangan mengancam prospek pertumbuhan.

“Meningkatnya wacana lebih banyak pelonggaran kebijakan dari China telah memicu pelemahan yuan dan menyeret mata uang lainnya di Asia,” ujar Khoon Goh, kepala riset Asia di ANZ Banking Group, dikutip Bloomberg.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

24 Juli

14.541

23 Juli

14.454

20 Juli

14.520

19 Juli

14.418

18 Juli

14.406

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top