Bintang Oto Global (BOGA) Gunakan Sisa Dana IPO untuk Akuisisi Diler

Emiten diler otomotif PT Bintang Oto Global Tbk. mempertimbangkan menggunakan sisa dana yang diperoleh dari penawaran umum saham perdana (IPO) untuk mengakuisisi sejumlah diler penjualan di Jawa Timur.
Dara Aziliya | 23 Juli 2018 17:28 WIB
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten diler otomotif PT Bintang Oto Global Tbk. mempertimbangkan menggunakan sisa dana yang diperoleh dari penawaran umum saham perdana (IPO) untuk mengakuisisi sejumlah diler penjualan di Jawa Timur.

Hingga semester I/2018, emiten dengan kode saham BOGA tersebut telah memiliki total empat diler penjualan, yang tiga di antaranya terletak di Jawa Timur sedangkan satu sisanya baru saja beroperasi di Jawa Tengah.

Direktur Utama Bintang oto Global Arif Andi Wihatmanto mengungkapkan perseroan tengah mempertimbangkan menggunakan sisa dana IPO untuk memperlebar sayap usaha, guna menangkap peluang dari pertumbuhan penjualan kendaraan di wilayah paling timur Pulau Jawa.

“Sejauh ini kami sudah menggunakan dana IPO sekitar 60%-an yang seuruhnya digunakan untuk espansi diler. Kami gunakan di situ [untuk pembangunan diler] karena memang pertumbuhannya [permintaan] cukup cepat. Sisanya 40%, kami memiliki rencana untuk akuisisi beberapa diler,” ungkap Arif di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Andi mengatakan perseroan berencana mengambil alih beberapa gerai penjualan kendaraan milik perusahaan lain dan saat ini sudah masuk pada tahap negosiasi harga. Kendati demikian, Andi masih enggan membeberkan berapa diler yang tengah dijajaki akuisisinya oleh perseroan.

Adapun, Bintang Oto Global melantai di bursa saham pada 19 Desember 2016. Saat IPO, BOGA menawarkan sebanyak 1,8 miliar lembar saham biasa senilai Rp103 dari portepel atau sebanyak 47,37% dari modal yang ditempatkan. Selain itu BOGA juga memberikan waran seri I dengan rasio 20 saham berbanding 7 waran.

Dari IPO tersebut, perseroan mengantongi dana Rp185,4 miliar yang digunakan untuk membangun diler baru di Klaten dan Probolinggo. Dalam waktu dekat, perseroan akan turut mengoperasikan diler baru di Madiun yang akan fokus melakukan bisnis aftersales. Sebagai catatan, lini aftersales menyumbang sekitar 8% pada pendapatan BOGA, sedangkan sisanya disumbangkan oleh bisnis penjualan kendaraan.

Arif menyampaikan secara makro, Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Provinsi tersebut pada tahun ini diyakini akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2016 karena pemulihan harga komoditas yang terus berlanjut.

“Pertumbuhan ekonomi Jatim bagus, makanya kami optimistis untuk dapat ekspansi dan akuisisi diler existing di beberapa tempat di Jatim,” ungkap Andi. Dia menyebut belum akan mengekspansi bisnis ke wilayah Jawa Tengah karenapertumbuhan ekonomi provinsi tersebut belum begitu besar.

Adapun, BOGA memprediksi penjualan pada semester I/2018 dapat meningkat pada rentang 45%—50% dibandingkan semester I/2017, disokong oleh dua diler baru yang baru saja dioperasikan perseroan pada awal tahun ini yaitu di Klaten dan Probolinggo.

Perseroan sedang merampungkan laporan kinerja semester I/2018. Berdasarkan data terakhir perseroan, emiten dengan kode saham BOGA tersebut telah dapat membukukan penjualan pada kisaran 1.200-an unit kendaraan hingga akhir Juni 2018.

Tag : bintang oto global
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top