Minim Sentimen Positif, IHSG Melemah Pada Sesi I

IHSG melemah 0,46% atau 26,74 poin ke level 5.844,34 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,06% atau 3,27 poin di level 5.867,81.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juli 2018 12:02 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (20/7/2018).

IHSG melemah 0,46% atau 26,74 poin ke level 5.844,34 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,06% atau 3,27 poin di level 5.867,81.

Adapun pada perdagangan kemarin, Kamis (19/7), IHSG ditutup berbalik melemah 0,33% atau 19,65 poin di posisi 5.871,08. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.842,93 – 5.884,63.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 125 saham menguat, 206 saham melemah, dan 266 saham stagnan dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan terbesar dari sektor perdagangan yang melemah 1,51%, disusul sektor tambang yang turun 1,22%.

Adapun sektor konsumer yang menguat 0,61% dan infrastruktur yang menguat 0,56% menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia Tenggara bergerak variatif siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,44%), FTSE Straits Times Singapura (+0,43%), indeks SE Thailand (+0,86%), dan indeks PSEi Filipina (-0,73%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,7%, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,22%, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,54%, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 0,12%.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG berpotensi bergerak melemah menimbang masih minimnya sentimen positif penggerak pasar yang baru.

Maximilianus mengatakan sentimen positif boleh jadi datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Juli 2018 yang memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Days (Reverse) Repo Rate (7DRRR) di 5,25%.

Dia menilai BI bersikap hawkish, seakan tidak mau kalah terhadap sikap The Fed beberapa waktu lalu. Beberapa instrumen telah dipersiapkan bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi Nico menyatakan rencana ini tentu tidak dapat terwujud dalam waktu dekat.

Sementara itu, faktor yang mempengaruhi penurunan indeks datang dari perang dagang, di mana Uni Eropa (UE) bisa membalas jika Negeri Paman Sam mengenakan tarif pada mobil pabrikan Benua Biru.

"Secara teknikal kami memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini cenderung melemah dengan support dan resistance di level 5.845-5.909," paparnya dalam riset harian, Jumat (20/7).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top